Wilmington, Delaware.
Kereta api Amtrak yang akan membawa kami dari Raincliff ke New York tiba tepat jam 8:55 pagi. Ini perjalanan yang sangat menyenangkan sebab kami akan melihat pemandangan yang indah sekali. Kami menyusuri sungai Hudson yang luebaaaaar sekali. Katanya sih lebarnya sekitar 1 mile (1,6 km), walaupun saya yakin ada bagian bagian yang lebarnya sekitar 2 mile atau lebih, sebab tepi yang lain hampir tidak kelihatan lagi. Pemandangan sepanjang jalan sangat amat indah. Benar benar perjalanan yang sama sekali tidak membosankan. Kami dapat melihat perahu motor besar dan kecil berlayar di sungai itu, ada yang main ski air, ada yang cuma berjemur dan menikmati udara pagi dan hangatnya matahari, sementara di tepi tepi sungai banyak sekali rumah rumah peristirahatan dengan berbagai disain yang mengagumkan.

Yang lebih menarik lagi, di kereta api kami dapat duduk dengan tenang dan nyaman tanpa ada kondektur yang jualan seperti di kereta api Parahyangan he he he. Kalau kami lapar ya tinggal jalan kaki ke cafetaria yang menjual berbagai macam sandwich, soda, candy bar dan sebagainya. Harganya juga tidak terlalu mahal, tapi ya rasanya biasa-biasa saja. Perjalanan dari Raincliff ke Penn Station di New York City hanya memakan waktu 2 1/2 jam. Itupun rasanya cepat sekali sebab kami begitu menikmati pemandangan yang kami lewati.
Tiba di Penn Station New York City, kami langsung antri untuk naik kereta yang menuju Washington DC. Sayangnya keretanya terlambat 10 menit menurut jadwal (walau sebenarnya ternyata terlambat 50 menit… pikir pikir tidak berbeda jauh juga dari Indonesia he he he..)
Sekali lagi saya berterima kasih ke Nina, sebab dengan dia memakai tongkat, kami didahulukan, sementara orang orang lain berebut tempat,
kami dengan santai masuk lebih dulu. Saya kadang heran, kenapa sih mereka buru buru amat, padahal tempat banyak juga yang kosong. Di kereta inilah kami bertemu dengan kondektur yang ramah sekali, saya kasih tau namanya Welcome ha ha ha… mukanya lucu, mirip kuda hahahaha (maaf ya, saya jahat sekali!) Rambutnya dikepang banyak sekali seperti orang keturunan Afrika pada umumnya. Kondektur yang bernama Welcome ini yang berbisik - bisik ke saya bertanya dengan lugu apakah kaki Nina itu robot, karena memang dibebat brace yang unik, ada semacam engsel yang bisa berputar jika kaki dilipat di bagian samping lutut.
Kami melewati Newark (New Jersey), Trenton dan kemudian Philadelphia (Pennsylvania) dan kemudian Wilmington (Delaware). Di sini kami turun dan menelepon teman kami yang kemudian menjemput sekitar 30 menit kemudian.
Teman kami ini adalah pasangan dari Vietnam. Namanya Hoa dan Loc. Kami kenal Hoa karena dia adalah juga penerima bea siswa EWC yang bulan
Mei kemarin lulus MBA di UH dan kemudian bekerja di Wilmington bersama-sama dengan suaminya. Saat itu sudah sekitar jam 3 siang, dan kami lumayan lapar. Akhirnya kami memutuskan untuk ke Philadelphia saja untuk makan siang. Maka kami kembali lagi ke Philadelphia yang sebetulnya baru saja kami lalui dengan kereta.

Philadelphia adalah kota yang sangat cantik. Saya sangat kagum pada museum seni yang terdapat di sana, bangunannya bagus sekali dan pada saat itu ada semacam simposium seni yang dihadiri oleh peserta dari seluruh dunia. Sayangnya saya sama sekali tidak melihat bendera Indonesia di sepanjang jalan. Mantan Ibu kota Amerika Serikat ini memang bagus, apalagi taman tamannya, keren sekali! Kami berkeliling kota setelah menikmati Pho, sup atau mie kuah Vietnam. Sesudah kenyang makan dan jalan jalan, kami pulang ke Newark, Delaware. Istirahat dan siap siap untuk acara besok. Kami akan ke St. Michael di Maryland untuk makan kepiting.