AES 1470 Drama Manusia
joefelus
Monday September 22 2025, 9:38 AM
AES 1470 Drama Manusia

Bingung harus mulai dari mana. Itu yang saya rasakan saat ini ketika duduk di depan komputer dan ingin mulai menulis. Akhir-akhir ini memang saya banyak terganggu dengan berbagai situasi yang terjadi di banyak tempat. Mungkin ini salah saya juga iseng terlalu banyak ikut menyaksikan hal-hal yang terjadi.

Saya sejak entah kapan menyukai talk show. Biasa sebelum tidur malam hari, saya mengakhiri hari saya dengan menyaksikan berbagai talk show seperti dulu ada David Letterman, Jay Leno, Jimmy Kimmel, Jon Steward, Stephen Colbert dan lain-lain. Seringkali berita-berita terkini muncul dalam satire yang mereka sajikan di awal program yang mereka suguhkan. Lucu, seru dan tidak jarang ini merupakan kritik terhadap situasi yang sedang terjadi dalam suguhan komedi. Hiburan sekaligus juga sumber pengetahuan yang menyenangkan.

Terus terang, saya jarang menyaksikan talkshow tanah air, pertama karena saya hampir tidak pernah menyaksikan program televisi lokal, semata-mata karena saya tidak punya antena TV hahaha.. Tapi kadang ketika saya sedang iseng di internet, banyak berita yang muncul tanpa sengaja saya cari. Masalah korupsi, masalah bahan bakar, hingga urusan tuntut menuntut di pengadilan gara-gara masalah keaslian ijazah. Saya garuk-garuk kepala tentang issue terakhir ini. Kok sampai sebegitunya ada pihak-pihak yang usil? Saya hanya melihat headlinenya saja sebab tidak tertarik karena menurut saya itu konyol.

Yang sedang ramai beberapa hari terakhir adalah pemecatan salah satu pembawa acara talk show di Amerika semata-mata karena dia berkomentar tentang kelompok garis kanan pendukung pemerintah dalam kaitan dengan pembunuhan salah satu tokoh ekstrimis kanan. Sepertinya pihak pemerintah merasa terganggu sehingga salah satu kepala badan komisi komunikasi federal menegur pihak televisi dan pihak televisi menghentikan penyiaran program talk show itu.

Serunya, kejadian ini menjadi ramai karena reaksi masyarakat begitu besar sebab terkait dengan konstitusi yang menjamin warga negara di Amerika untuk bebas berpendapat. Masyarakat ramai-ramai berhenti berlangganan program TV tersebut dan kebetulan stasion TV itu merupakan bagian dari korporasi yang juga mengelola tempat hiburan anak-anak, kapal pesiar dan lain-lain, masyarakat juga mulai membatalkan niat berkunjung. Saham mereka anjlok besar-besaran di pasar saham hingga katanya merosot hampir mencapai kerugian sebesar 4 milyar Dollar, dan kondisi menjadi semakin serius. Itu semua sebagai bentuk dari protes masyarakat terhadap pemerintahan otoriter yang berusaha membungkam kritik.

Terlepas dari kejadian-kejadian itu semua, saya mulai berpikir. Kok manusia penuh sekali dengan berbagai bentuk drama. Mengapa demikian? Hal-hal tersebut menurut saya menjadi semacam distraksi yang menjauhkan manusia dalam menghadapi masalah-masalah serius lainnya yang menyangkut kepentingan masyarakat secara keseluruhan.

Memang jika diamati, masalah kemanusiaan itu sangat rumit dan saling kait mengait, tidak hanya terpusat pada satu masalah. Seperti misalnya masalah degradasi lingkungan, masalah-masalah sosial ekonomi bahkan masalah keamanan umat manusia, semuanya saling terkait. Degradasi lingkungan salah satunya terkait dengan over populasi yang berakibat dengan bertimbunnya sampah, misalnya. Atau masalah kemiskinan, kurangnya tingkat pendidikan, tidak adanya fasilitas umum yang kemudian berakhir dengan kerusakan lingkungan dan lain sebagainya. Itu baru yang berkaitan dengan masalah fisik. Hal-hal yang badani tentu saja nyambung dengan masalah mental bukan? Sementara para tokoh masyarakat yang seharusnya berpikir tentang kesejahteraan dan masalah-masalah yang lebih esensial justru sibuk dengan issue keaslian ijazah, atau pihak penguasa sibuk membungkam komedian melakukan tugasnya dalam menyajikan hiburan satir yang mengkritik pemerintah. Sebegitu hebatnya kah manusia terjebak dalam drama?

Saya berusaha mencari informasi mengapa manusia sangat terlibat dalam tingkah laku "dramatis". Ternyata katanya alasannya juga sangat kompleks. Manusia kebanyakan sangat membutuhkan perhatian dan validasi diri, menghindari stress, menghindari tanggung-jawab, merespon dari kurang percaya diri dan sebagainya bahkan katanya juga kesenangan akan drama agar supaya merasa excited, memperoleh adrenaline rush, merasa lebih "hidup", serta mengurangi kebosanan.

Saya tidak sedang berusaha menganalisa situasi saat ini secara sungguh-sungguh, apalagi secara empiris. Tidak, kok. Cuma sedang berpikir saja, kok masyarakat seheboh ini ketika melihat kejadian-kejadian tertentu. Dan lebih parah lagi, ketika saya iseng buka satu ulasan, semua platform di internet langsung berbondong-bondong menyuguhkan segala hal yang berkaitan dengan situasi yang barusan saya baca. Kejam sekali! Begitu internet "tahu" minat saya, langsung diberondong dengan semua informasi yang ada. Jadi, pada dasarnya kita harus lebih berhati-hati dalam memilih "issue" yang kita ingin deal with. Sebab sekalinya kita buka sesuatu, lalu akan seperti keran air yang sudah dol, langsung keluar dengan deras. Dan begitu kita buka, kita sulit melepaskan diri. Sama seperti urusan drama Korea, sekalinya nonton satu maka tidak bisa berhenti lagi! Hahaha.. ya begitulah drama! Mangkanya saya tidak mau coba-coba, berpikir ulang sebelum bertindak, sebab urusan drama apapun akan bisa membuat kita kerepotan!

Foto credit: washingtontimes.com

You May Also Like