Berpikir adalah bertindak. Bertindak adalah menciptakan. Menciptakan adalah sesuatu yang baru. Yang baru adalah yang berdampak menyegarkan. Menyegarkan adalah membuat sudut pandang diri dan lingkungan meluas sekaligus mendalam. Meluas sehingga memahami apa yang dilakukannya. Mendalam sehingga melakukan apa yang dipahaminya.
Sudah tidak ada lagi jeda antara berpikir dan bertindak. Tidak ada lagi potensi karena sudah sampai pada keluasan aktualisasi diri. Tidak perlu pembedaan profesional atau personal karena sudah sampai pada kedalaman integritas diri. Tidak ada lagi ke kemungkinan peluang dan sebab akibat karena semua yang terjadi, sudah terjadi dan selalu terjadi.
Bukan berarti ini adalah spontanitas atau impulsif. Yang penuh keinginan dimengerti sebagai proses intuitif. Kedua hal ini hanyalah pembenaran akan ketidak mampuan mengaktualisasi diri dan menjaga integritas sendiri, sehingga hanya melakukan satu pola berulang-ulang. Repetitif. Bukankah spontanitas berulang masuk kategori repetitif ini juga. Ketebak.
Kebaruan apa yang lahir dari berpikir yang bertindak ini. Dampak pembaharuan apa yang lahir dari berpikir yang bertindak ini. Kalau tidak ada, itu hanyalah berpikir dan bertindak yang di antaranya ada berkata-kata. Yang penuh dengan potensi katanya berbeda oleh nyatanya, karena apa yang dipikirkan dengan apa yang dilakukan begitu membosankan. Kejebak.