Musim semi di sini berbeda dengan di tempat lain yang pernah saya kunjungi. Minggu lalu di State of Washington pada hari pertama musim semi, di sana sudah penuh warna. Saya mengunjungi University of Washington, cherry blossom sudah bermekaran di mana-mana, begitu indah. Peninsula menghadirkan lebih banyak hujan di daerah itu dibandingkan dengan pegunungan! Di Fort Collins yang berada di ketinggian ribuan kaki di atas permukaan laut, pohon-pohon masih gundul, hanya ada warna hijau dari pohon cemara, dan sebagian rumput walau masih bercampur warna coklat. Pagi hari suhu masih sangat dingin, kadang malah dibawah titik beku dan siang bisa sangat hangat bahkan panas. Pagi hari masih menggunakan jaket tebal, siang hari jaket tidak lagi berguna. Tapi itu tidak akan bertahan lama, angin sudah mulai kencang yang nanti ketika tunas-tunas mulai tumbuh lalu bunga-bunga bermekaran, angin akan membantu penyerbukan. Alam sudah bekerja sedemikian rupa menciptakan keseimbangan yang harmonis. Ada saatnya untuk segala sesuatu. Ketika musim dingin dan alam tertutup salju, pohon-pohon beristirahat dan menggugurkan daun mereka sehingga ranting-ranting dapat bertahan dan tidak patah ketika dibebani tumpukan salju. Demikian di musim semi ketika tunas-tunas sudah saatnya tumbuh, hujan membantu dengan menyirami kekeringan, dan ketika bunga bermekaran angin membantu penyerbukan sehingga menghasilkan buah. Keharmonisan dalam keseimbangan adalah kunci dari banyak hal, bahkan mungkin merupakan kunci dari segala sesuatu.

Menciptakan keseimbangan dalam hidup tidak selalu mudah. Kita seringkali begitu sibuk dengan segala sesuatu yang harus kita lakukan hingga lupa akan hal-hal yang ingin kita lakukan. Sibuk dalam keharusan yang terus menerus membuat hidup kita tidak seimbang. Terus menerus terikat pada tuntutan, membuat hidup kita terkuras dan kering. Kita perlu memberi kesempatan pada diri sendiri untuk menciptakan keseimbangan. Kita memiliki kekuasaan untuk menciptakan harmoni antara tanggung jawab dan melakukan sesuatu untuk diri sendiri yang menyenangkan, untuk pemenuhan diri serta penyegaran diri. Menciptakan keseimbangan berarti mampu menciptakan harmoni antara melakukan yang harus dilakukan dan yang ingin dilakukan. Kita bekerja karena itu merupakan tanggung jawab, tapi kita juga perlu menyisihkan waktu bersama keluarga, menyisihkan waktu untuk melakukan yang kita sukai. Salah satu kegiatan yang saya sukai disamping bermain dengan bumbu dan bahan makanan di dapur adalah menulis.
Menulis bisa menjadi salah satu tempat penyaluran agar hidup menjadi lebih seimbang, tentu saja jika menulis adalah kegiatan yang disukai. Berbagai perasaan dapat dicurahkan dalam bentuk tulisan, berbagai kesulitan dapat sedikit diperingan dalam menghadapinya dengan menyalurkan dalam tulisan. Kepenatan dapat diisi dengan kegiatan menyenangkan dengan menulis bahkan kejenuhan dapat terobati dengan coretan-coretan yang penuh imajinasi yang membahagiakan. Sama halnya dengan kegemaran menonton film atau duduk bercengkrama sambil menikmati kopi bersama teman-teman. Ini sebagai bentuk reward untuk diri sendiri yang sudah seharian sibuk membanting tulang. Ini sebagai kesempatan menghadiahi diri sendiri dengan me time sebagai penyeimbang.
Benar bahwa kita memiliki tanggung jawab, benar bahwa tugas domestik selalu ada menunggu misalnya mencuci piring, melipat pakaian, membersihkan halaman dan sebagainya, tapi jika kita tidak menyempatkan diri untuk melakukan yang kita inginkan, yang kita sukai, yang dapat menyenangkan diri, dan yang mampu membuat kita bahagia, maka hidup tidak akan pernah seimbang. Hidup akan menjadi begitu kering karena tenaga kita terkuras tanpa ada usaha untuk penyegaran yang dapat memompa hidup kita dan mengembalikan semangat. Saya sering membaca esai teman-teman ketika beristirahat di tempat kerja. Ketika jeda saya bisa mulai menulis beberapa kalimat, memanfaatkan beberapa menit seusai istirahat makan siang untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan ini. Apakah hidup saya sudah balance? hmm... mungkin lebih aman jika mengatakan saya terus berusaha ke arah hidup yang seimbang, membagi waktu untuk melakukan segala sesuatu secara proporsional. Tidak selalu berhasil, tetapi saya sadar bahwa keseimbangan itu sangat penting dan selalu berusaha mengingatkan diri sendiri untuk selalu memberikan porsi yang cukup untuk melakukan sesuatu yang saya sukai. ***
Foto: University of Washington, Seattle, WA