AES 06 _ Belajar dari Ikan…
Tema
Friday July 29 2022, 4:01 PM
AES 06 _ Belajar dari Ikan…

Banyak cara manusia untuk mengurangi rasa jenuhnya. Mulai dari jalan-jalan, menonton acara kesukaan, berolahraga, atau apapun yang saat ini disebut dengan istilah Healing Time. Bagi saya yang sejak kecil selalu dekat dengan hewan, jelas kegiatan healing-nya adalah memelihara hewan. Ada banyak perdebatan dengan istilah memelihara hewan. “Kalau sayang binatang harusnya dibiarkan lepas bukan dipiara.’ atau ‘Ngapain sih piara hewan. Tambah kerjaan.” Itulah beberapa kalimat yang biasanya didengar. Namun bagi saya, memelihara binatang itu bukan hanya sekedar kegeramarn tapi juga ilmu dan melatih kepekaan juga rasa. Ingat, kita akan selalu berkaitan dengan lingkungan semesta dan isinya. Begitu pun saat kita memelihara binatang maupun tumbuhan. 

Saya percaya semua pertemuan baik sesama manusia, hewan, dan tumbuhan sudah digariskan. Hanya bagaimana kita memilih, memaknai dan bertanggung jawab dengan pilihan kita. Berkaitan dengan memelihara sesuatu baik itu tumbuhan maupun hewan, jelas kita harus benar-benar bertanggung jawab terhadap mereka. Karena kita sebagai pemelihara merupakan orang pilihan yang seharusnya menjadi ‘GUARDIAN’ bagi mereka. Kita harus benar-benar peduli dengan sering berinteraksi baik fisik maupun batin. Bukan hanya memberi mereka makan, namun mengajak mereka bermain dengan berbagai cara yang tepat. Betapa mirisnya saya saat mendengar orang yang memelihara hewan namun tidak merawatnya dengan baik.Saat kita menjadi GUARDIAN yang baik (meskipun tidak sempurna), mereka pun akan memberikan respon yang baik bahkan mungkin berlipat ganda kepada kita. Banyak sekali cara yang mereka berikan, mulai dari bermanja, menemani, bahkan ikut sakit saat kita sakit. Itulah yang saya percaya koneksi dan literasi alami (insting) murni yang dimiliki hewan. 

Mereka memberikan saya banyak pelajaran. Belajar menyayangi, merelakan, bertanggungjawab, pengetahuan yang selalu baru bagi saya, hingga refleksi terhadap diri. Salah satunya dari ikan predator yang saya miliki. Kenapa dengan ikan? Saya banyak berefleksi tentang betapa pentingnya kondisi lingkungan kita. Air, udara, cahaya, yang selalu kita dapatkan namun kita kurang mensyukurinya. Dari ikan saya belajar pentingnya beradaptasi dan berkomunikasi dengan lingkungannya. Memang terdengar aneh, namun saya dapat memperhatikan dan ‘merasakan’ perjuangan mereka untuk mengenal rumah baru mereka. Rumah yang harus dibuat senyaman mungkin dengan kebutuhannya. Mulai dari kadar zat dalam air, tata letak ornamen, hingga tumbuhan yang membantu mereka mendapatkan kenyamanan. Bukan memaksakan mereka untuk nyaman, namun memberikan lingkungan yang nyaman agar mereka bisa hidup dan tampil optimal. 

Lebih jauh ternyata itu semua merupakan bagian dari pengenalan diri dan lingkungan. Sebut saja kemampuan literasi dalam menangkap informasi yang ditemukan. Bagi saya informasi ini lebih nyata karena saya melihat, merasakan, dan mengalami langsung prosesnya. Bukan hanya menonton ataupun membaca informasi dari media. Literasi diri yang afdol bagi saya adalah saat merasakan langsung informasinya. Meskipun hanya dari sesosok hewan ataupun sebuah tumbuhan, namun tetap memberikan makna yang dalam dan akan selalu diingat. 

You May Also Like