AES406 MEMAK(na\an)i
leoamurist
Thursday March 28 2024, 12:45 PM
AES406 MEMAK(na\an)i

Memaknai terjadi saat diri memiliki wadah untuk menerima makna. Tanpa itu jadinya malah memaKani, selalu meminta tetapi tak mampu menerima.

Pertanyaan, “Apa maknanya?” Jadi terasa seperti menguji, kalau yang bertanya tak memiliki wadah ini. Terlalu berantakan isi diri, masih saja tetap meminta diisi.

Menguji bukanlah cara untuk berbagi, malahan itu cara untuk meminta. Memaknai pun berubah jadi memaKani, karena yang tak berwadah kelaparan di tengah prasmanan.

Sambil memaKani sibuk mengomentari, ketidak sesuaian sana sini dengan dalih memaKnai. Bukankah kita selalu menagih hal yang tidak kita miliki dengan dalih memberi.

Persoalannya, yang tak berwadah seringkali meminta tanpa sanggup menerima. Bertanya hanya untuk menguji jawabnya, itupun terbuang percuma. Karena tak ada wadahnya.

Sepenting itukah wadah?

Penting, karena tanpa wadah tiada kapasitas.

Wadahnya apa?

Gantilah pertanyaan, “Maknanya apa?” Kepada orang lain. Jadi, “Wadahnya apa?” Kepada diri sendiri. Nanti jawabannya muncul dari sini.