AES 1304 Got To Be Likeable
joefelus
Monday January 20 2025, 10:46 AM
AES 1304 Got To Be Likeable

Entah sudah beberapa kali saya menulis mengenai karakter. Saya selalu berpendapat bahwa karakter menentukan masa depan seseorang. Memang tidak sepenuhnya begitu, masih banyak faktor lain yang mempengaruhi misalnya kesempatan bahkan faktor keberuntungan. Saya tidak tahu bagaimana semesta mengaturnya. Tapi walaupun ada kesempatan dan beruntung ada sebuah pintu terbuka, akhirnya karakter juga yang menentukan. Mungkin ini masih sangat abstrak, saya ingin mengurainya dalam tulisan ini dengan suatu contoh jika mungkin.

Yang sederhana saja, jika karakter seseorang menunjukkan banyak hal yang kemudian menjadi tidak disukai oleh sekelilingnya, maka tentunya walaupun ada kesempatan yang baik menuju sukses, tidak akan ditawarkan padanya. Betul tidak? Siapa yang ingin bekerja sama dengan orang yang cengeng, rewel, banyak mengeluh, kurang tekun, dan sebagainya? Itu contoh sederhana.

Dalam perjalanan hidup saya, termasuk dalam perjalanan karir, saya banyak sekali bertemu dengan berbagai macam karakter manusia. Ada yang begitu mumpuni, dimana dia mempunyai karakter yang sangat kuat dan terlihat dari keteguhannya serta ketekunannya dalam menghadapi berbagai masalah. Orang semcam ini akan sangat berguna bagi siapa saja, oleh sebab itu akan sangat mudah bagi dia untuk dilibatkan dalam banyak hal. Tapi tidak jarang saya harus berurusan dengan pribadi-pribadi yang menimbulkan rasa tidak suka.

Contohnya saya pagi ini agak terganggu. Ada satu orang yang saya mintai tolong untuk mengerjakan railing (susuran tangan) untuk anak tangga menuju mezzanie atas. Saya melihat pekerjaannya sangat rapih walau agak lambat. Buat saya tidak masalah asalkan hasilnya saya sukai. Nah lebih dari sebulan yang lalu saya beri dia proyek itu, tapi pengerjaannya baru sesudah proyek finishing rumah selesai. Saya tahu dia tidak memiliki modal yang cukup sehingga saya akhirnya memberika uang jadi agar dia dapat membeli material. Harga dan sebagainya sudah kami sepakati, tinggal menunggu waktu pengerjaan. Suatu waktu dia WA saya dan mengatakan dia butuh dana untuk suatu urusan, jadi ingin mengambil sebagian dana proyek. Bagi saya oke saja karena itu pada akhirnya nanti adalah dana yang akan menjadi miliknya, jadi saya berikan sebagian lagi. Kemudian dia mengalami hal lain dalam keluarganya sehingga akhirnya saya lunasi semua walau pengerjaan proyek belumdimulai. Tak apa, pikir saya. Toh orangnya sepertinya dapat dipercaya.

Saya melakukan itu hanya karena kebaikan hati dan sebagai bentuk rasa percaya pada dirinya. Nah tadi pagi dia telepon dan mengatakan akan datang besok tapi tidak punya ongkos! Lagi-lagi sebagai bentuk kebaikan, saya kirimkan sedikit dana untuk ongkos. Sampai di sini saya mulai berpikir bahwa orang ini sama sekali tidak profesional. Saya sebenarnya masih menyisakan beberapa proyek lagi untuk dia, dan hari ini saya putuskan untuk membatalkannya karena saya sama sekali tidak ingin lagi berurusan dengan dia semata-mata karena saya tidak suka pada karakternya.

Nah itu satu contoh. Saya pikir jika dia memiliki karakter yang lebih baik, menunjukkan pribadi yang likeable, dan tidak menujukkan karakter yang lemah, saya akan memberikan beberapa proyek lagi. Ini hanyalah hal kecil, tapi saya yakin berpengaruh pada hal-hal ke depan karena saya malas menghadapi karakter yang demikian. Saya malas berurusan dengan orang yang seperti ini. Nanti kedepannya jika saya memberikan dia proyek lagi, saya bisa pastikan dia akan mengulang kebiasaan buruk ini. Saya hanya ingin berurusan dengan orang yang profesional karena ini bukan urusan pertemanan. Sangat disayangkan orang yang memiliki potensi tapi karakternya lemah, padahal saya sudah menyiapkan semacam bonus jika besok pengerjaannya sangat baik. Karena peristiwa tadi pagi semua itu saya urungkan. Nah, ini contoh kecil bagaimana karakter menentukan masa depan, tidak perlu yang muluk-muluk, yang sederhana saja, bahwa dia sudah kehilangan beberapa proyek dari saya.

Foto credit: brojid.com