AES 1378 Kesetiaan
joefelus
Sunday April 6 2025, 9:20 PM
AES 1378 Kesetiaan

Hujan sejak siang. Saya memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana dan itu sangat menyenangkan karena tidak usah berurusan dengan lalu lintas. Kemarin saya sudah berkeliling dari utara sampai ke Timur dari pagi hari hingga malam. Itu sudah cukup. Besok ketika musim liburan sudah usai, kemacetan akan meraja lela dimana-mana. Andai saja Lebaran bisa dirayakan sepanjang tahun hahahaha...

Eniwei, saya seharian banyak berdiam diri dan memantau kejadian-kejadian yang ada di Amerika. Kondisi saat ini memang memprihatinkan di sana dan saya sudah mengingatkan teman-teman dan Kano agar berhati-hati untuk tidak berurusan dengan aparat pemerintahan. Walau Kano adalah warga negara sana, tapi dari warna kulit sudah jelas berbeda, dan orang tua Kano bukan warga sana, jadi jangan sampai memberikan kesempatan untuk aparat melakukan hal-hal ang tidak diinginkan. Sudah ada banyak kasus yang terlihat tidak adil dan banyak sekali yang diproses tanpa melalui prosedur yang jelas bahkan tidak melalui proses hukum. 

Pemerintah di sana periode ini memang mengingatkan kembali kepada beberapa tahun yang lalu dengan pelaku yang sama. Perlakuan terhadap orang asing, proses penangkapan, dan pembersihan dikalangan pemerintahan dilakukan. Hari ini saya menyaksikan pemberitaan seorang kandidat yang kalah dalam pemilihan house of representative ditarik ke dalam grup mereka. Dia adalah penganut kelompok Kanan garis keras, aktivis dan juga salah seorang konspirasi theorist. Mereka-mereka yang dianggap tidak setia pada pemimpin diganti dengan orang-orang semacam ini. Pemecatan terhadap orang-orang yang dianggap akan menghambat rencana mereka merupakan tidakan yang bisa dilihat setiap hari.  Ini adalah pemerintahan oligarki yang mengerikan karena melakukan berbagai tindakan yang menunjukkan ciri-ciri fasisme dan autoritarian. 

Yang lucu, mereka menerapkan tarif untuk perdagangan dengan negara-negara lain. Indonesia terkena tarif timbal balik sebanyak 32 persen. Lucunya lagi, yang saya tahu, banyak  produk-produk yang di ekspor oleh Indonesia adalah garmen dan tekstil yang merknya dimiliki oleh negara itu seperti contohnya Dockers, Banana Republic, Gap dan Old Navy. Masih banyak lainnya seperti sepatu bahkan barang elektronik. Saya banyak berdiskusi dengan Nina soal kebijakan tarif ini yang menurut saya yang awam serta buta ilmu ekonomi tapi ternyata diamini oleh Nina bahwa dengan penetapan tarif maka masyarakat di sana akan harus membayar barang-barang kebutuhan sehari-hari lebih tinggi dari sebelumnya, apalagi banyak kebutuhan sayur mayur dan buah-buahan mereka peroleh dari negara tetangga mereka yang juga dikenakn tarif tinggi. Inflasi akan terjadi. Itu dugaan saya. Contoh lain juga saham perusahaan-perusahaan garmen, sepatu dan komputer yang banyak menggunakan produk ekspor terjun bebas. Dalam 2 hingga 3 hari kemarin sudah sekian trilyun Dollar lenyap di pasar saham. Reaksi pasar sangat negatif.

Tujuan mereka menetapkan tarif sebetulnya agar pada skala jangka panjang mereka nanti akan dapat memproduksi sendiri. Perusahaan-perusahaan diminta mendirikan pabrik di sana, tapi tenaga kerja mahal! Saya pikir karena biaya produksi jauh lebih tinggi, maka tidak akan mampu bersaing dengan negara-negara yang mereka kenakan tarif karena memiliki tenaga kerja jauh lebih murah. Ya, itu memang kebijakan pemerintah untuk proyek jangka panjang, hanya saja banyak keteledoran yang saya lihat, seperti misalnya mereka menetapkan tarif pada lokasi-lokasi yang penduduknya minim bahkan ada tempat yang hanya dihuni oleh beruang kutub dan penguin! Hahaha.. Lucu!

Mudah-mudahan karena ulah mereka tidak akan berakhir dengan resesi dunia sebab dampak penerapan tarif ini sangat mengganggu kodisi ekonomi dunia yang melakukan perdagangan dengan mereka. Hal lucu lagi, di senat, ada 4 orang dari partai mereka yang membelot dan memilih untuk tidak berpihak pada kebijakan pemerintah. 4 senator ini dihujat habis-habisan karena dinilai sebagai pengkhianat dan tidak setia. Sekarang pertanyaannya, jika pemimpin dianggap tidak tepat, apakah tetap harus setia? Ya begitulah kondisi di sana. 

Foto credit: poseidonexpeditions.com