AES 268 Ide
joefelus
Tuesday February 15 2022, 12:00 AM
AES 268 Ide

"Good Morning Jo! Could you take care of Ram's Horn this morning?" Tanya Kelly, Boss saya di tempat kerja. Ram's Horn adalah nama dining center yang letaknya hanya beberapa puluh langkah dari kantor saya.

" Of course! Will be happy to." jawab saya seketika.

Hari ini tampaknya saya akan begitu sibuk karena harus mengurus setidak-tidaknya 5 tempat. 3 tempat yang sudah menjadi tugas saya, Cold Prep (Edwards), Bakeshop dan Catering; lalu sekarang ditambah Ram's horn dan Ram's Horn Express. Kebetulan lagi setiap hari selasa adalah hari Inventory, jadi siang nanti jari-jari saya akan sibuk menari-nari di keypad memasukkan angka-angka inventory hahaha..

Pagi yang sangat sibuk ini akan menghambat saya menyelesaikan kewajiban kejar tayang AES, yang pada saat ini hanya tinggal 20 menit lagi. Semalam saya gagal mencari ide dan rencananya saya akan tunda hingga pagi ini. Ternyata pagi ini sangat tidak bersahabat untuk duduk santai minum kopi mengerjakan pekerjaan dan tugas menulis.

Semalam, sesudah 2 buah cheese burger, 1 kantong kentang goreng dan segelas besar coca cola, ide belum muncul juga. Saya sudah menulis beberapa paragraf yang saya kembangkan dari sebuah ide, namun ditengah jalan ide tersebut mati dan sulit dikembangkan. Gagal.

Ya, ide kadang muncul begitu saja dan dengan sangat mudah dan lancar dapat saya kembangkan menjadi sebuah ocehan, sebuah esai atau hanya sebuah tulisan ringan. Tapi kadang ide sulit dijumpai, kalaupun ada kemudian sulit dikembangkan seperti yang barusan saja saya alami.

Saya sedang tertarik tentang memoir. Seorang teman saya baru saja menerbitkan sebuah memoir pengalaman hidupnya sebagai seorang kulit putih yang menikah dengan seorang keturuan Asia, sekarang dia tinggal di Hongkong. Saya masih menunggu kesempatan untuk membacanya. Pasti akan sangat menarik mengenai pengalaman bersentuhan dengan budaya yang lain. Culture shock yang harus dia hadapi serta pengalaman-pengalaman seru lainnya.

Menurut Wikipedia, memoir (/ˈmɛm.wɑːr/;[1] from French mémoire [me.mwaʁ], from Latin memoria 'memory, remembrance') is any nonfiction narrative writing based in the author's personal memories.[2][3] The assertions made in the work are thus understood to be factual. Jadi pada intinya sebuah memoir adalah tulisan yang berdasarkan pada memori pribadi, pengalaman pribadi. Non fiksi dan faktual.

Setiap orang punya cerita, punya pengalaman masing-masing. Dan Belajar dari pengalaman orang lain akan banyak memperkaya hidup, memberikan banyak inspirasi, dan sebagainya. Mungkin karena itu banyak orang menerbitkan memoir.

Kalau dipikir-pikir saya banyak juga menulis cerita tentang pengalaman hidup entah dari masa kecil, masa remaja hingga sekarang. Saya membayangkan jika pada suatu saat nanti saya bisa mengemas cerita-cerita itu menjadi sebuah tulisan yang rapih, runtut dan menarik. Bukan untuk diterbitkan tentunya. Orang pada umumnya membaca memoir orang yang menjadi panutan, terkenal dan inspiratif. Saya sepertinya hanya ingin mengabadikan peristiwa hidup untuk koleksi pribadi saja, sebagai bentuk karya iseng-iseng yang tentu saja bukan hasilnya yang saya akan nikmati, tapi proses penulisannya sambil kembali membayangkan peristiwa-peristiwa yang sudah dialami. Ini akan jadi kegiatan yang menyenangkan.***