Puluhan tahun yang lalu, sebelum membuka mata di pagi hari saya mendengar sebuah musik instrumental yang mengalun dengan lembut. Saya terus memejamkan mata, tidak ada keinginan untuk bangkit, hanya ingin terus mengalir dengan dentingan bunyi piano. Saya tidak pernah mengenal judulnya maupun siapa yang memainkannya. Saya pada saat itu merasa berada di dunia lain, hingga seseorang membuka kelambu dan membangunkan. "Hey bangun, waktunya mandi dan pergi ke sekolah!" Suara ayah saya membangunkan dari dunia gaib itu. Baru sedikit lebih dari 20 tahun yang lalu saya akhirnya mengetahui judul lagu itu. Nature Boy yang saat itu dinyanyikan oleh Henri de Toulouse yang diperankan oleh John Leguizamo di pembukaan filem Moulin Rouge. Di akhir lirik lagu itu yang terus melekat dalam diri saya ada satu kalimat panjang: "The greatest thing you'll ever learn is just to love and to be loved in return."
Sebetulnya apa itu cinta? Kalau direnungkan dengan sungguh-sungguh, sebenarnya kita lebih "sok tau" tentang cinta. Ketika kita tertarik pada orang lain dan ingin selalu berada di dekatnya, kita anggap itu cinta. Ketika kita senang makanan Padang, dengan mudah mengatakan bahwa kita cinta makanan Padang. Mudah sekali, walau mungkin sebenarnya kita hanya sekedar suka. Jadi cinta itu apa?
Para psikolog mengatakan bahwa cinta merupakan salah satu dari perangkat emosi manusia yang penting. Cinta adalah sebuah set emosi-emosi dan tingkah laku yang dikarakteristikan dengan kedekatan, passion, dan komitmen. Cinta melibatkan kedekatan, perlindungan, ketertarikan, afeksi dan rasa percaya.
Tentu saja kita dapat bertukar pikiran maupun berdebat secara berlarut-larut. Memang sangat sulit memberikan definisi yang lengkap tentang sesuatu yang abstrak walau hampir semua diantara kita dapat rasakan. Cinta berkaitan dengan kedekatan, sehingga ketika berjauhan kita menderita, cinta sangat erat hubungannya dengan ketertarikan, sehingga ketika rasa tertarik sedikit demi sedikit mulai berkurang kemudian semakin menghilang, maka kita mulai berhadapa dengan masalah pelik. Orang bilang bahwa jika kita tidak mempercayai pasangan kita, artinya itu bukan cinta sejati. Cinta juga terkait dengan komitmen, jika tidak saling suka ya tidak akan berkomitmen, jika tidak mencintai pekerjaan maka kita tidak mau terikat dengan kontrak, kita tidak mau berkomitmen.
Jadi memang sebenarnya kita mengerti tentang cinta, kita merasakannya tapi sulit menjelaskannya. Kenapa demikian? Karena kata-kata itu ada batasnya sementara yang namanya perasaan dan emosi spektrumnya sangat luas, sepertinya tidak bisa dengan mudah kita uraikan dengan kata-kata yang terbatas.
Nah pada hari spesial saya ini, juga sebagai penutup dari rangkaian permenungan yang sudah saya lakukan selama 5 hari terakhir ini, saya ingin memfokuskan diri pada rasa syukur sudah dipenuhi dengan rasa cinta. Bersyukur bahwa cinta dalam keluarga walau tidak selalu berdekatan, tidak pernah pupus. Bersyukur bahwa banyak diberikan kesempatan untuk menjalani hidup dengan penuh cinta. Dan kebahagiaan tidak pernah lepas dari perasaan saling mencintai, terhadap pasangan, terhadap anak, terhadap anggota keluarga, teman, pekerjaan bahkan terhadap kehidupan. Tanpa cinta, tidak akan ada rasa bahagia. Dan saya bersukur telah dapat mencintai dan dicintai.
Foto credit: medium.com