Ha, ha, Halo gais bertemu lagi bersama Alfie atau biasa dipanggil Apiw disini. Hari ini aku mau bercerita tentang pertandingan Portue aku hari ini. Jadi, hari ini yaitu hari Jumat 27 Oktober 2023, aku ikut pertandingan tenis kelompok umur 12 (KU-12) di lapangan tenis UPI Indoor di lapangan nomor 1. Sebelum aku ikut pertandingan ini, aku berlatih hampir seminggu. Latihan mulai dari hari Senin di Setramurni One Tennis Academy, lalu hari Selasa, Rabu, dan Kamis di lapangan tenis Karang Setra dengan Pak Ii, pelatih tenis di Karang Setra. Pada hari Senin minggu lalu, aku diberi tahu bahwa akan ada pertandingan Portue, dan aku diajak untuk ikut dan berlatih lebih keras. Minggu ini, aku berlatih lebih keras dari sebelumnya untuk persiapan bertanding pada hari Jumat ini.
Hari ini, aku bangun pagi dan menyiapkan barang-barang yang diperlukan saat tanding seperti raket, handuk, dan wristband untuk dipakai saat main. Aku tidak sekolah dan langsung berangkat ke UPI di jam biasa aku berangkat sekolah. Disana, aku sedikit terlambat ikut acara pembukaan Portue cabor tenis, tapi aku masih tetap bisa ikut berfoto bersama dan bertemu anak-anak seumuranku yang bertanding disana. Di jadwal pertandingan, seharusnya aku bermain di pertandingan kedua. Tapi, karena saat pertandingan satu kurang orang, aku langsung bermain bersama lawanku yang bernama Haidar. Saat kami bertemu, kami bersalaman dan melakukan pemanasan di lapangan ditemani wasit. Saat pemanasan, aku sudah bisa melihat dan merasakan permainan Haidar yang bisa aku tahan dan saat itu aku berpikir bahwa aku bisa unggul melawan Haidar ini. Tapi ternyata saat mulai permainan, aku merasa Haidar pemanasan dan Haidar yang berada di permainan ini seperti beda orang.
Permainan dimulai, set pertama. Aku servis pertama, tapi malah break yang berarti gagal dan lawan mendapatkan poinnya. Setelah itu Haidar memimpin dengan skor 1 - 0 karena aku melakukan lumayan banyak kesalahan. Game kedua Haidar servis dan Haidar nge-break lagi. Aku dapat poin, skor pun menjadi 1 - 1. Tetapi, Haidar menyusul lagi sampai set berakhir yaitu 4 - 1 karena kesalahan kecilku atau unforced error-ku yang terjadi. Aku kalah di set pertama.
Set kedua, setelah istirahat. Aku semakin semangat bermain. Aku membuat skor 1-0 karena melakukan servis spin yang membuat Haidar cukup kewalahan. Game selanjutnya aku membuat skor menjadi 2 - 0, tapi Haidar langsung nge-skor 2 - 1. Haidar pun menyamakan kedudukan menjadi 2 - 2 dan disitu aku mulai deg-deg-an. Haidar tiba-tiba comeback dan skor menjadi 2 - 3. Tapi aku juga melakukan comeback yang lebih keren. Yaitu membuat skor menjadi 4 - 3. Aku memenangkan set kedua.
Karena skor set totalnya 1 - 1, wasit meperpanjang pertandingan dan terjadi deuce dan di deuce ini kami harus mencari 2 game atau 2 kali menang untuk memenangkan pertandingan. Di game pertama, aku menang dengan skor kecil 40 - 15, di game kedua aku sudah memimpin skor kecil 0 - 30 tapi disusul menjadi 40 - 30. Akhirnya skor set total menjadi 2 - 2.
Setelah skor sama lagi 2 - 2, wasit memperpanjang permainan sampai tie break untuk menentukan pemenang. Ini adalah pertama kali aku bermain tie break dan mengetahuinya lagi lebih dalam. Yang aku tangkap, tie break itu mirip seperti penalty shootout di sepak bola, yang kalau di tenis dihitungnya setiap poin satu poin. Itulah pengalamanku bertanding tenis Portue dan bermain sampai tie break.
Terima Kasih sudah membaca.. Kita bertemu lagi di AES selanjutnya.. Salam Olahraga!