Akhir 2024 kemarin aku berkesempatan naik kereta jarak jauh, Bandung - Malang, selama 13 jam. Ini kali pertama setelah lebih dari 20 tahun lalu aku tidak pernah berkendara selama itu menggunakan kereta api. Tentu, banyak sekali perubahan yang kurasakan.
Kulihat, KAI banyak berbenah diri. Gerbong kereta sangat bersih, gorden kain yang biasanya menjadi tempat persembunyian bayi kecoa, diganti dengan blind berwarna putih; selimut untuk penumpang diberikan dalam bungkus plastik tertutup yang sudah melalui proses sterilisasi (kubaca di bungkusannya); dan toilet pun (yang terbagi antara toilet pria dan wanita) bersih dan harum, sabun cuci tangan dan tisu masih tersedia sampai akhir perjalanan. Yang paling menyenangkan, gerbong kereta bebas dari pengamen dan penjual asongan yang zaman dulu bebas keluar-masuk.
Di antara semua kelebihan itu, terselip juga sebersit perasaan kehilangan. Ah iya, sekitar 30 tahun lalu, kereta api –selain bus–, adalah sahabat setiaku selama masa-masa kuliah. Perjalanan selama belasan jam selalu menjadi agenda rutin enam bulanan. Saat itu, penumpang mendapat makan malam yang sudah termasuk dalam harga tiket (kereta berangkat sekitar pukul 5 sore). Menu yang disajikan biasanya nasi rames atau nasi goreng. Selepas subuh, kami akan diberi sekotak kue atau sepotong roti beserta kopi atau teh panas. Dan... makan malam serta minuman panas untuk penumpang semuanya dihidangkan menggunakan piring dan mug non-sekali pakai dengan peralatan makan lengkap!
Sekarang, tidak ada lagi kudapan dan minuman hangat di pagi hari. Makan malam pun berbayar, tidak termasuk dalam tiket kereta. Penumpang masih bisa memesan makanan yang ditawarkan pramugari, tapi sebagian besar adalah makanan siap saji yang hanya dihangatkan di microwave. Bahkan, mereka juga menjual mie instan dalam cup dan minuman sachet yang hanya perlu diseduh air panas.
Aku harus menerima, zaman memang sudah banyak berubah. Di samping semua kelebihan yang ditawarkan PT KAI, banyak hal baik yang tergerus zaman. Tidak ada lagi teh manis hangat di pagi hari menemani aku melamun di sisi jendela sambil menunggu matahari terbit.
Sekedar info, kereta api di Indonesia menurut saya lebih baik dengan keretaapi di Amerika! Serius loh ga becanda.
Masa iya, bang Jo? Asa ngga percaya. Memangnya KA di Amrik gimana? Jadi penasaran. Btw, kalo lagi iseng boleh coba naik KA komuter di Bandung, udah bagus skr. Rutenya Padalarang - Rancaekek. Tarifnya jauh-dekat 5rb. Bisa brenti di Ciroyom, Kebon Kawung, Gedebage dll.
iya.. keretanya suka telat2an. Fasilitasnya, interior dan kenyamanan juga banyak yg bagusan sini da.