AES 91 Bulan Indonesia
joefelus
Saturday August 21 2021, 9:17 PM
AES 91 Bulan Indonesia

Barusan saya dapat kiriman sebuah video klip dari seorang sahabat yang menggambarkan keragaman budaya Indonesia yang dikemas secara sangat apik. Ini buat saya adalah sebuah klip yang inspirasional, yang membuat saya berdecak kagum karena kekayaan Indonesia.

Selama menyaksikan klip barusan, saya terpaksa tanpa sadar membandingkan dengan beberapa tempat yang pernah saya kunjungi dan tinggali. Di sini saya mulai lebih banyak mengapresiasi dan mengakui bahwa negara saya merupakan negara yang kaya! Lalu timbul berbagai pikiran yang menyikapi kondisi sekarang.

Baiklah, saya akan membagikan pengalaman yang mudah-mudah dulu karena tidak sekaya dan serumit Indonesia, yaitu tempat saya tinggal sekarang! Bukan untuk mengecilkan Amerika, serius kok, Amerika tempat yang indah kondisi alamnya, tempat yang bertaburan dengan public spaces, tempat yang ideal untuk banyak melakukan segala sesuatu walau seandainya kondisi fisik kita terbatas, misalnya jika sebagai penyandang disabilitas. Konflik juga selalu ada, terutama pada saat ini berkaitan dengan identitas. Sekelompok orang mengagung-agungkan soal kebebasan. Kebebasan berpendapat, kebebasan memilih, kebebasan memiliki senjata, kebebasan tidak memakai masker, dan kebebasan-kebebasan lain yang sebetulnya konsep yang sangat luar biasa tapi kemudian dikecilkan untuk kesenangan dan kepentingan pribadi. Kebebasan dalam artian tertentu menjadi sangat kerdil.

Baiklah, mari ngobrol soal budaya. Menurut saya, budaya Indonesia jauh berlipat ganda lebih beragam dan lebih kaya. Amerika negara imigran, yang kalaupun ada budayanya, ya bukan budaya asli Amerika. Justru budaya asli Amerikanya seperti menghilang. Penduduk asli Amerika sebetulnya ada sekitar 500-an suku. Yaitu American Indian, Alaskan dan kalau mau dimasukkan, Hawai'i. Budayanya hampir punah! Bahkan suku-suku Indian berusaha melestarikan dengan membuat banyak daerah konservasi. Budayanya sendiri ya hampir menghilang. Saya hanya menyaksikan jika ada festival budaya setempat. Pow wow dan sebagainya. Hawai'i mungkin salah satu daerah yang sangat gencar melestarikan budaya bahkan dimanfaatkan sebagai daya tarik untuk meraup devisa. Selebihnya, maaf saja, budaya seperti apa yang diangkat oleh pemerintah Federal? Sunyi! kalaupun ada mungkin hanya didengar di daerah-daerah dan kalangan tertentu, secara nasional tidak ada propagandanya sama sekali.

Indonesia! Silahkan membuat daftar dari ujung Barat Sabang sampai ujung Timur Merauke. Sejak kecil saya menghapal nama-nama bahasa, suku, tarian, makanan, juga belajar menyanyi lagu-lagu daerah. Hebat! Di Amerika saya belum dengar lagu-lagu dari budaya tertentu kecuali chanting dari suku Indian sambil menari-nari dengan kostum khas nya. Yang kedua chanting masyarakat Hawai'i dan tariannya yang sangat filosofis. Selebihnya saya tidak pernah mendengar lagu daerah lain, atau apakah musik Country ala Cowboy dengan topi dan boots nya itu termasuk lagu daerah? Ya mungkin saja.

Nah sekarang ke bagian yang agak sensitif. Saya menyaksikan banyak usaha mendeskriditkan budaya di Indonesia. Pakai baju daerah tertentu itu tidak baik, karena menonjolkan bagian tubuh. Saya tidak mau terlibat dengan debat soal faham kepercayaan, hanya saja sangat disayangkan jika kekayaan budaya ini hilang. Silahkan saja lihat contohnya di Amerika. Budaya akhirnya, maaf, seolah-olah hanya sebagai bentuk atraksi pertunjukkan. Jika ada festival lalu saya baru bisa melihat chanting orang-orang Indian, dalam kesehariannya mereka ya entah di mana.

Agustus adalah bulan yang sangat penting dalam sejarah Indonesia. Mudah-mudahan saja masyarakat dan pemerintah selalu dapat menghargai budaya sendiri, melestarikan dan tidak mencabut akar-akar budaya itu dari kehidupan sehari-hari, karena kalau melihat banyak contoh, jika itu terjadi akhirnya menjadi masyarakat yang tidak memiliki identitas. Dan jangan juga masyarakat Indonesia justru membesar-besarkan atau bahkan lebih bangga makan Hamburger dari gerai makanan tertentu karena di daerah asalnya justru jadi konsumsi para gelandangan, mending membanggakan nasi padang dengan gulai jengkolnya yang jauh lebih bernutrisi dan tidak mengandung bahan kimia hahahaha.

Silahkan saksikan, wonderland Indonesia:

Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
Jo video yang sama sdh saya posting di Ririungan ini. Ada caranya supaya bisa embed Youtube yg sdh diposting di Ririungan pake tool insert media (sama seperti insert gambar)
admin
@admin   5 years ago
Sangat setuju, Pak Jo. Kita perlu melestarikan kekayaan budaya Nusantara.