AES 003 - Bangku Prioritas Transportasi Umum
gabriela
Thursday February 27 2025, 12:00 AM
AES 003 - Bangku Prioritas Transportasi Umum

Salah satu hal yang membuat saya nyaman ketika berada di Jakarta yaitu transportasi umum yang berlimpah, beragamnnya rute dan tipe transportasi juga. Sebagai pengguna setia transportasi umum, saya sangat menikmati waktu yang saya habiskan selama perjalanan. Melihat berpuluh,ratus, ribu wajah asing yang silih berganti, berhenti di satu titik atau naik dari satu titik, dengan destinasi berbeda, dan kesibukan berbeda juga, lalu di tengah semua itu ada saya, yang hanya menikmati 'pemandangan' tersebut, tanpa terburu-buru. Hal ini kemudian membuat saya sering memerhatikan keberadaan bangku prioritas di setiap transportasi umum yang saya naiki. Rasanya jarang melihat bangku prioritas tidak diduduki, oleh siapapun itu, hari apapun itu, dan pukul berapapun itu. Awalnya saya tidak begitu menyadari, namun ketika memerhatikan berkali-kali, pada waktu berbeda, dengan transportasi umum berbeda, fenomena ini lagi dan lagi terjadi, hingga membuat saya bertanya-tanya. "Apa yang menjadi landasan 'prioritas' dari tempat duduk yang disediakan di masing-masing transportasi umum?"

Mungkin terdengar sepele dan tidak begitu disadari bagi beberapa orang, namun yang membuat saya bertanya-tanya dan merasa jengkel yaitu seringkali ketika naik transportasi umum, masih banyak tempat duduk yang masih kosong selain bangku prioritas, tetapi penumpang tetap memilih untuk duduk di bangku prioritas. Bukan bermaksud membandingkan, tetapi beberapa kali ketika naik transportasi umum di beberapa negara berbeda, saya melihat dan memahami adanya bangku prioritas memang dikhususkan untuk penumpang prioritas, seperti ibu hamil, lansia, orang tua yang membawa anak, dan orang yang menggunakan kursi roda. Contoh terdekat, pada awal tahun ini, saya sempat berlibur ke Singapura, dan ketika naik MRT ataupun bus, kursi prioritas selalu kosong, kecuali memang ada penumpang prioritas. Pengguna transportasi umum disana lebih memilih berdiri untuk beberapa saat daripada menggunakan bangku prioritas. Sempat juga terjadi ketika naik MRT, ada remaja perempuan yang duduk di bangku prioritas, di stasiun berikutnya ada seorang kakek yang naik dan duduk di sebelah remaja tersebut. Kemudian si kakek menatap remaja itu cukup lama, yang saya tangkap hal itu merupakan cara si kakek untuk memberi tahu remaja tersebut untuk pindah dari bangku prioritas. Remaja tersebut menyadari dan langsung berdiri. Pada saat kejadian, masih terdapat beberapa bangku prioritas lain yang kosong, tetapi ketika si kakek mengingatkan remaja tersebut untuk pindah, saya mengerti bahwa disana, kosong atau tidak, bangku prioritas memang dibedakan dengan bangku lain yang tersedia.

Hal ini berbeda dengan di Indonesia, terutama yang sering saya temui di Jakarta dan di Bandung ketika naik MRT atau bus. Keberadaan bangku prioritas yang sudah diberi warna berbeda, dan biasanya di atasnya terdapat sticker yang memuat informasi tentang pengguna bangku prioritas, seperti tidak berlaku bagi sebagian pengguna transportasi umum. Sempat satu waktu, saya menanyakan opini teman saya terkait hal ini ketika sedang naik MRT dan kebetulan ada fenomenanya di depan kami berdua. Teman saya juga berkata bahwa dia baru terpikirkan hal tersebut setelah saya tanyakan. Menurut pendapat teman saya, mungkin di Indonesia, bangku prioritas memang diutamakan untuk penumpang prioritas, tetapi jika kosong, diperbolehkan untuk diduduki siapa saja. Saya menerima pendapat teman saya dengan sedikit setuju, namun sedikit merasa ada yang masih mengganjal. Sepertinya memang perlu diseragamkan maksud dari bangku prioritas itu apa, diperuntukkan atau dikhususkan bagi siapa saja, sebelum kursi prioritas yang ada pada transportasi umum menjadi 'prioritas' bagi masing-masing penumpang.

Kalau dari teman-teman pembaca, apa opini kalian terkait hal ini?