AES046 Ospek Guru Bahasa Inggris
maulrest
Friday October 11 2024, 8:56 AM
AES046 Ospek Guru Bahasa Inggris

Beberapa hari lalu guru-guru bahasa Inggris dikumpulkan setelah menjalani tes selama 45 menit. Guru-guru ini dianggap kurang kompeten hanya berdasarkan tes 45 menit ini. Ya begitulah masyarakat dan pemerintah, murid kita pun sering dilabeli "gagal" hanya dari hasil tes ujian negara ataupun video pendek tiktok yang menanyakan kepanjangan singkatan atau nama-nama negara.

Akhirnya guru-guru ini harus menjalani pelatihan selama 10 minggu, seru sih pelatihannya karena kami jadi bisa sering berbincang menggunakan bahasa Inggris untuk mengasah kemampuan yang terkadang tumpul karena tidak selalu dipakai. Salah satu topik yang dijadikan tugas adalah menceritakan hal baru apa yang sedang dipelajari. Menarik karena jujur saya sedang tidak eksplorasi hal baru yang nampak seperti dalam bidang olahraga atau kesenian. Akhirnya saya teringat kakak-kakak Semi Palar sedang membahas mindfulness yang terinspirasi dari film Perfect Days. Saya pun pernah menuliskan respon terhadap film itu di salah satu tulisan di ririungan. AES044 Di Balik Kotoran SapiĀ 

Berikut naskah tulisan saya untuk menjawab pertanyaan dari pelatih:

Something I'm getting better at or learning to do at the moment is to learn more about mindfulness. I try to be more mindful every day when doing the smallest routine in my life such as enjoying the view on the way to my school or when I play with my son after I get home after work.

I started being more mindful after I watched a movie titled Perfect Days which told the story of Mr Hirayama, a toilet cleaner in Tokyo who enjoys his life and always being grateful. In this movie, we can see how he's so passionate and grateful for his life shown by how seriously he does his job as a toilet cleaner which sometimes is underestimated by other people. We can also see how he enjoys every little moment of his life by enjoying routines such as lunch, walking in the park, taking photos, and reading books.

Hirayama's past and the characters in his environment are complex, but Hirayama's way of enjoying the present is very simple. Next time is next time, now is now. This Hirayama's motto indicates that he wanted to focus on the present and not be worried about what would happen next.

The only thing that can make me improve about mindfulness is to do it every day. I need to be more aware of what happens in my routine and enjoy learning all good things from it. Hopefully, after that, I can be more grateful for my life.



Ketika Kak Andy mewawancarai saya dalam proses daftar ke Semi Palar, beliau menanyakan hal apa yang saya kurang sukai, lalu saya jawab hal-hal yang bersifat seremonial atau formalitas belaka. Karena sekarang saya bekerja di bawah pemerintah langsung, maka hal-hal ini lumrah saya temui. Dari film Perfect Days pun saya belajar kenapa saya tidak coba menikmati acara-acara pemerintah yang banyak bersifat gimmick ini.

Acara ospek guru ini pun saya nikmati dengan berbagi cerita bersama guru-guru B. Inggris dari daerah lain, cerita-ceritanya sangat seru apalagi sambil menyantap makanan hotel yang dibiayai uang pajak rakyat. Sekali-kali jangan anggota DPR dan pejabat saja yang makan uang pajak, guru-guru juga nampaknya berhak untuk sekali-kali menyantap hidangan ini hehe. Ternyata acara yang awalnya saya anggap seremonial belaka bila kita mencari hal positif di dalamnya maka kita akan menemuinya. "What you seek is seeking you." - Rumi
Carpe diem, now is now.

You May Also Like