AES 1422 Dinding Cerita
joefelus
Monday June 2 2025, 3:46 PM
AES 1422 Dinding Cerita

"Alhamdulillah tadi malam ada pak Joko membantu nangkap tokek. jadi saya bisa tidur." Kata tentangga saya dalam obrolan di WAG kompleks pagi ini.

Tadi malam di grupĀ  ada tetangga yang minta tolong karena ada tokek di kamarnya. Saya sendiri takut jadi tidak berani membantu. Maklum didikan orang tua kuno jaman dulu yang mengajari anaknya dengan cara menakut-nakuti. "Hati-hati dengan tokek, kalau gigit tidak bisa lepas sampai ada bunyi geledek." Atau sama seperti duduk di atas bantal tidak boleh karena nanti bisulan! Walau sudah tua, saya masih ngeri melihat tokek, mungkin lebih tepat jijik. Bayangkan saja sensasi kejatuhan cicak yang tubuhnya dingin, apalagi tokek besar yang bobotnya entah beberapa kali lipat dengan warna pucat totol-totol bitu dan oranye. Seram! Bahkan dulu tukang cat rumah saja ketakutan.

Eniwei, obrolan di WAG jadi semakin seru, cerita tokek bergeser ke "nyebut" kata kaya-miskin-kaya-miskin mengikuti bunyi tokek. Lalu berlanjut tentang kepercayaan bahwa tokek membawa keberuntungan dan pak Joko akhirnya bilang bahwa saya beruntung karena sudah keliling dunia. Apa hubungannya dengan tokek? Mungkin hubungan antara tokek dan keberuntungan lalu dikaitkan dengan perjalanan hidup saya.

Kebetulan sudah beberapa hari saya sibuk bersih-bersih di laptop karena sudah dapat notifikasi bahwa jatah storage 15G saya sudah penuh, kalau tidak dibersihkan saya akan berhenti menerima email. Ternyata dari 15G itu 14 giga isinya foto-foto. Saya mulai menghapus foto yang tidak penting dan memindahkan foto-foto yang ingin disimpan. Foto-foto itu adalah bukti dari pengembaraan saya di dunia ini.

Sambil bekerja saya memandang sekeliling rumah. Rumah saya memang didisain sedemikian rupa sehingga semua terbuka. Begitu masuk melalui pintu utama, bisa dilihat semuanya. Rumah saya berkontur. Ruang depan adalah yang paling rendah, ruang kerja sedikit naik ke atas, ada beberapa anak tangga untuk akes ke situ baru kemudian ruang santai yang turun lagi seperti kolam yang sama tingginya dengan teras belakang. Banyak foto-foto di setiap dinding ruangan dengan tema-tema tertentu. Ada tema keluarga dimana foto-foto itu berisi anggota keluarga, ada para sahabat, ada peristiwa penting kami bertiga dan sebagainya. Pada intinya setiap dinding memiliki cerita tersendiri.

"Benar kata Pak Joko." Kata saya dalam hati. Jika memperhatikan semua foto-fotodi setiap dinding ini, saya memang orang yang beruntung. Beruntung karena diberi banyak kesempatan dan dibukakan pintu ke petualangan-petualangan yang luar biasa, beruntung karena berani mengambil keputusan-keputusan yang baik, beruntung karena sudah mengalami semua ini.

Rumah bukan hanya sekedar bangunan. Rumah bagi saya adalah pencerminan diri. Jika ada yang berkunjung, pasti mengerti apa yang saya maksud ini. Seperti saya katakan tadi, setiap dinding punya cerita karena foto-foto yang kami pilih bukan sekedar hiasan, tidak hanya dipilih karena terlihat bagus dan artisitik tapi merupakan kisah perjalanan hidup. Rumah ini adalah identitas kami bertiga.