AES 1011 Getaway
joefelus
Thursday February 29 2024, 11:38 AM
AES 1011 Getaway

Saya tinggal di apartemen di perumahan kampus. Jarak dari pusat kampus tidak lebih dari 30 menit berjalan kaki. Jadi bisa dibayangkan karena saya bekerja di kampus, hidup saya lebih dari 3/4-nya ya di dalam kampus. Pagi pagi berangkat kerja ya di dalam kampus, bekerj di kampus, lalu begitu selesai saya pulang dan masih tetap di dalam kampus. Kampus CSU memang besar sekali, bayangkan saja, total sekitar 19,3 kilometer persegi. Kemanapun saya pergi sepertinya merasa selalu berada di dalam kampus.

Ada ribuan mahasiswa yang tinggal di dalam asrama. Mereka yang tinggal di asrama mayoritas adalah mahasiswa tahun pertama. Mereka memang diwajibkan untuk tinggal di asrama sepanjang tahun, baru ketika memasuki tahun ke-2 mereka akan keluar asrama dan tinggal di berbagai tempat di sekeliling kampus. Bayangkan saja, sekitar 30 ribu mahasiswa bertebaran di mana-mana. Kota Fort Collins memang dapat hidup karena jantungnya ada di CSU. Jika universitas ini bubar, maka ada kemungkinan kehidupan kota oun lenyap. Lihat saja jasa transportasi bus di kota Fort collins itu dibiayai ole kampus. oleh sebab itu siapa saja boleh naik dan tidak dipungut bayaran. Dulu sebelum Covid saya masih harus membeli tiket langganan bulanan. Saya sampai lupa berapa, karena semenjak saya jadi karyawan tetap, maka sya tidak perlu membayar lagi. Kartu karyawan bisa langsung dijadikan kartu langganan naik bus, perpustakan dan sebagainya. kartu karyawan bentuknya persis seperti kartu mahasiswa. bedanya kalau mahasiswa, di kartunya tertulis: Student, sedangkan kalau karyawan ditulis Employee. Kano punya kartu sendiri, saya juga dan hanya Nina yang kartunya ditulis sebagi pelajar. Kami semua kalau naik bus gratis. Sesudah Covid, karena kondisi perekonomian hancur dan banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan serta penghasilan, maka pihak kota dan universitas memutuskan untuk menggratskan biay transportasi, hingga sekarang.

Jadi bisa dibayangkan universitas memang menjadi pusat dari perkembangan kota. Ada ratusan gedung dibangun lalu dijadikan apartemen untuk tempat tinggal mahasiswa. Ini sudah merupakan bisnis yang luar biasa. Supermarket dan restoran pun menjamur karena ada puluhan ribu mahasiswa yang hidup di sekitar kampus. Saya dan Kano juga mempunyai pekerjan tetap karena universitas punya beberapa gedung khusus untuk menyediakan makanan untuk ribuan mahasiswa. CSU bahkan dikatakan memiliki karyawan yang paling banyak di seluruh Amerika menurut Forbes.

Sesungguhnya memang sangat menyenangkan bahwa tempat tinggal dan tempat kerja begitu berdekatan, seingga tidak banyak waktu terbuang dalam perjalanan jika berangkat atau pulang kerja, semuanya hanya dalam hitungan menit, jika berkendaraan bahkan haanya 5 menit. saya lebih suka jalan kaki karena lebih sehat dan memberi kesempatan pada saya untuk merenung atau hanya sekedar melamun, tapi akhir-akhir ini saya harus berkendaraan sebab mobilitas saya harus fleksibel dikarenakan Nina yang masih dalam masa penyembuhan.

Kekurangan dari tinggal di dalam kampus adalah seperti hidup didalam tempurung. Kemana-mana yang terlihat adalah kampus dan mahasiswa. Nyaman, convenient, tapi ya sekali lagi kadang-kadang saya merasa claustrophobic sehingga sesekali saya butuh keluar. Tidak heran jika hampir setiap akhir pekan saya pergi keluar kota, walau tanpa tujuan yang jelas. Saya sering mencari-cari alasan untuk bisa keluar kota. seperti minggu kemarin saya kehabisan bawang goreng, nah itu saya jadikan alasan untuk ke Broomfield, sekitar 1 jam dari kota saya tinggal dimana di sana ada supermarket Asia. Saya belaj sedikit, lalu sekalian jalan-jalan makan ayam goreng ala Louisiana yang katanya lebih pedas daripada ayam goreng biasa. Saya berpura-pura seperti orang yang sedang pesiar hahaha..

Sebetulnya kalau dipikir-pikir hidup saya saat ini memag seperti sedang pesiar. Pesiar yang sangat lama karena sekarang sudah menginjak tahun ke 7 dan mendekati yang ke 8. Saya pernah cerita soal ini, dn untuk membiayai peseiar yang panjang dan lama ini saya harus bekerja. Seru juga bukan kalau cara berpikirnya demikian?

Nah, akhir-akhir ini saya juga mulai merasa terkungkung dan claustrophobic, oleh sebab itu saya bersama teman-teman kurang dari 10 hari lagi akan pergi ke state lain hanya sekedar melepaskan diri dari rutinitas. Kami mencari penerbangan dan penginapan yang murah, dan nanti akan mengisi beberapa hari melepas lelah dengan berbagai bentuk hiburan. Ini semacam getaway yang murah meriah tapi dengan harapan akan menjadi semacm refreshing. Kalau teman-teman di tanah air sih menyebutnya healing hahaha.. saya tidak sakit jadi tidak perlu penyembuhan, yang saya butuhkan adalah melepaskan diri sejenak untuk sebuah penyegaran. Refreshing.. mungkin ini lebih tepat daripada healing.

Foto credit: travelchannel.com