AES 1467 Have A Little Faith
joefelus
Thursday September 18 2025, 11:47 AM
AES 1467 Have A Little Faith

Saya tidak membahas buku karangan salah satu pengarang kesukaan saya Mitch Albom. Judulnya memang begitu dan saya harus cari bukunya ada di mana karena ini buku terbitan tahun 2009 jadi pasti ada di salah satu kontainer di gudang. Saya belum sempat mengeluarkan buku-buku koleksi saya, yang pasti semua buku Mitch Albom sudah saya miliki hingga yang terakhir, kecuali jika ada yang baru setelah saya pindah ke Bandung.

Eniwei, saya mengambil tema obrolan hari ini yang kebetulan sama dengan judul salah satu buku karangan Mitch Albom. Pada intinya merupakan semacam "hiburan" bagi saya dalam kaitan dengan refleksi tentang situasi akhir-khir ini yang memprihatinkan.

Kemarin obrolan berkisar tentang amatan saya melihat situasi akhir-akhir ini dimana sepertinya nilai kemanusiaan banyak orang yang sudah mulai luntur karena mereka terbawa arus kebencian disebabkan oleh banyaknya perbedaan. Banyak alasan orang membenci yang lain seperti misalnya karena keyakinan, pilihan politik, perbedaan warna kulit dan sebagainya yang kemudian mengkotak-kotakan manusia.

Banyak contoh di masyarakat yang terekam di dunia maya dimana seseorang mencurigai orang lain karena warna kulitnya tidak sama. Lalu muncullah istilah "Karen" yaitu nama julukan yang diberikan pada seorang wanita yang nyinyir melaporkan orang tertentu ke polisi karena orang tersebut berkulit hitam lalu melakukan stereotyping sebagai orang yang tidak baik. Contohnya banyak sekali.

Lalu saya bayangkan bagaimana tidak enaknya hidup, tidak nyamannya menjalani keseharian kita jika dipenuhi dengan kecurigaan. Bayangkan saja misalnya kita berjalan di malam hari ketika hari sudah gelap sendirian. Rasa aman itu sangat penting, jika kita tidak merasa aman karena terlalu curiga akan sekeliling kita, maka menimbulkan banyak ketakutan, lalu ketakutan-ketakutan itu berakhir dengan tindakan-tindakan yang seringkai pada akhirnya kita sesali karena di luar akal sehat.

Lihat saja berbagai bentuk opresi. Opresi itu salah satu hasil dari ketakutan. Takut jika kekuasaan kita diganggu gugat maka kita cenderung menekan mereka yang berada dibawah kita, tidak jarang kemudian menciptakan teror agar mereka yang teropresi menjadi tunduk dan takluk. Lalu apa nikmatnya hidup dalam kondisi semacam ini? Dan jangan salah, kondisi ini banyak sekali terjadi di seluruh permukaan bumi. Dari yang kecil-kecilan hingga dalam lingkup negara dan antar negara.

Menekan kelompok minoritas juga merupakan salah satu bentuk ketakutan, yang menurut saya sebenarnya sama sekali tidak beralasan. Ingat, minoritas itu artinya apa? Masakan kelompok mayoritas merasa terancam karena sekelompok kecil. Memang tidak seserhana perhitungan matematis, tapi sangat logis. Bayangkan jika kita merangkul mereka-mereka itu lalu hidup secara harmonis, apakah tidak lebih indah daripada gontok-gontokan? Jangan salah, kelompok yang tertekan juga lama-lama akan melakukan perlawanan. Ini salah satu bentuk cikal bakal dari sebuah revolusi. Nah sayangnya manusia seringkali lupa untuk belajar dari sejarah, enggan untuk belajar memperbaiki diri, dan yang akhirnya mereka lakukan adalah tindakan yang sebetulnya sangat primitif seperti binatang yaitu menyerang kelompok kecil, menekan kelompok yang lebih lemah. Sama seperti perundung, misalnya. Perundung atau bully sebetulnya adalah tindakan seorang pengecut dan biasanya mereka menekan orang-orang yang lebih lemah daripada dia sebab sebetulnya dia takut konfrontasi. Perundung biasanya adalah orang-oang yang insecure, penakut dan berusaha menutupinya dengan cara merundung orang-orang yang lemah. Tidak jarang perundung biasanya bergerombol karena dengan berkelompok rasa takut dan insecurenya berkurang karena memiliki dukungan teman. Well, misery loves company, doesn't it? Ini berlaku juga bagi perundung, yang sebenarnya menderita karena takut dan insecurity.

Itu semua kondisi di masyarakat di mana kita hidup. Serba salah bagi kita yang menginginkan situasi yang lebih baik. Seperti @kak-andy katakan, mau ikutan demo? atau apa yang bisa kita lakukan sebagai upaya menyumbang kebaikan agar situasi dapat sedikit demi sedikit berubah. Posisi kita seringkali tidak nyaman, tidak bisa diam tapi juga bingung harus melakukan apa.

Nah akhirnya kembali ke judul, have a little faith. Semesta itu tidak diam saja, banyak enerji positif yang kalau bisa kita salurkan akan berbuah lebih baik, yang pasti kita harus memiliki keyakinan dengan cara mengenali dan mempercayainya dalam segala situasi sehari-hari. Berbagi pemahaman dan keyakinan dalam bentuk empati dan koneksi antar sesama sebenarnya dapat menjebatani perbedaan. Perbedaan yang selama ini seringkali dijadikan ancaman, lambat laun jika kita merangkul dan menciptakan jembatan akan menjadi sesuatu kekayaan. Mengerti akan perbedaan menjadi bukan lagi ancaman, tapi kekayaan. Sama seperti masakan, kalau isinya cuma garam, maka tidak akan pernah enak. Bayangkan jika garam itu dicampur dengan rempah-rempah, rasa asin didampingi dengan manis, asam, gurih dengan komposisi yang harmonis bahkan rasa pedas yang sebetulnya adalah salah satu bentuk rasa sakit pun malah menjadi sesuatu yang sangat indah dan enak.

Harapan juga menjadi semacam bahan bakar untuk kita tetap maju. Ingat ada pepatah yang mengatakan bahwa pada saatnya segala sesuatu akan menjadi baik. Nah itu adalah salah satu bentuk dari harapan. Dan yang pasti kita masih memiliki nilai-nilai kemanusiaan. Walau sepertinya sudah mulai terdegradasi, tapi dengan usaha kecil-kecilan dari setiap individu maka akan banyak memberikan harapan bahwa masih ada kebaikan di dunia ini. Banyak contoh sederhana di tik tok misalnya, orang memberi bunga kepada pejalan kaki yang tidak dikenal. Itu salah satunya. Atau berbagi makanan gratis pada orang-orang yang membutuhkan, dan banyak lagi. Itu memberikan secercah harapan bahwa dunia itu masih banyak kebaikan.

foto credit: app.morningcoach.com