AES031 Sesuatu di Lembang Bagian 2
maulrest
Friday September 30 2022, 2:02 PM
AES031 Sesuatu di Lembang Bagian 2

Lanjutan dari bagian 1 https://ririungan.semipalar.sch.id/maulrest/blog/4557/aes030-sesuatu-di-lembang-bagian-1

Aku sudah tahu perjalanan 8 km akan melelahkan dan membuat kakiku pegal karena aku cukup bisa mengukur kapasitas tubuhku. Maka dari itu aku sudah menyiapkan jamu pegal linu agar kualitas tidurku tetap baik. Aku tidak peduli akan dinilai oleh kakak lain lemah atau jasmaniku kurang baik dan kurang dilatih, karena bagiku yang lebih mengetahui kapasitas tubuhku hanyalah Tuhan dan diriku. Berhubung dengan hal ini aku jadi tidak terlalu khawatir dengan aktivitas fisik kegiatan ini karena aku sudah tahu cara mengatasi semua masalahnya.

Hal-hal yang aku lebih khawatirkan lebih berhubungan dengan aktivitas yang mengakibatkan aku harus meninggalkan istri dan anakku. Jujur dulu aku tidak pernah keberatan dengan aktivitas menginap baik di tempat kerja ataupun bersama teman-teman. Namun semenjak punya anak, walaupun kontribusiku dalam mengurus anak tidak sesignifikan kontribusi istriku, aku selalu merasa bersalah untuk meninggalkan istri dan anakku tidur berdua tanpa diriku.

Video call bersama anakku selalu aku lakukan untuk sedikit mengobati rasa bersalahku di kegiatan yang mengharuskan aku menginap termasuk ketika kegiatan di Lembang kemarin. Semoga istri dan anakku juga tidak keberatan kalau aku harus meninggalkan keluarga untuk bermalam dengan alasan mencari nafkah.

Lagi-lagi aku mencoba mencari nilai holistik dari semua rasa bersalah ini. Yang aku temukan adalah aku jadi harus lebih sadar bahwa istri dan anakku itu sangat berharga. Seringkali aku malas untuk bermain dengan anakku dan masih sering bermain gawai di depan dia. Dengan adanya kegiatan yang mengharuskan diriku meninggalkan mereka, aku jadi sadar bahwa waktuku bersama mereka harus aku hargai dan maksimalkan.

Dengan kegiatan di Lembang kemarin aku mendapatkan PR yang harus ku kerjakan setelah pulang. PR ini harus ku kerjakan sambil menjalankan kehidupan sehari-hari. PRnya menuntutku untuk lebih peka dan sensitif terhadap semua kejadian yang Tuhan sudah takdirkan. Seperti yang disebutkan dalam potongan Quran Surah Al-Baqarah ayat 216: Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Kegiatan permainan, kebersamaan, bahkan istirahat yang aku lakukan di Lembang bersama Tim Smipa Disada dan teman-teman kakak lainnya aku harus yakini bisa mengembangkan diriku di berbagai aspek holistik baik aspek yang biasa dijabarkan oleh Semi Palar ataupun aspek-aspek di luar itu.

Di Sulawesi aku mendapatkan pelajaran berharga dari semangat menimba ilmu murid-murid dan di Lembang (sebelum ke Semi Palar) aku belajar bahwa rezeki bukan hanya berupa materi namun juga sahabat-sahabat yang bisa berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Semoga setelah pelatihan di Lembang bersama Semi Palar aku bisa belajar bahwa semangat murid untuk menimba ilmu dan sahabat di tempat kerja yang baik harus muncul dari diriku sendiri dulu. Akulah orang yang harus bisa membuat murid bersemangat dalam menimba ilmu dan rekan kerja merasa nyaman ketika aku ada bersama mereka. Menyadari ke-holistik-an lingkungan sekitar harus dimulai dari menyadari diri sendiri dulu seperti apa yang Rumi pernah katakan: Yesterday I was clever, so I wanted to change the world. Today, I am wise so I am changing myself.

Photo by: Tim Smipa Disada

You May Also Like