Dosenku, seorang Kaprodi dalam kuliah terakhirnya pada penghujung semester 3 lalu pernah berkata, "Tesis itu yang penting selesai, soal kualitas bisa dibicarakan nanti saat sidang, se-brilian apapun ide bapak/ibu jika tesisnya tidak selesai itu hanya nol."
Hahahahaha menegangkan, aku masih ingat aku hanya tersenyum kecut saat mendengarnya. Begitulah ujian akhir, pertarungan dengan bos besar setelah mengalahkan kroco-kroco dari level F sampai A, kini saatnya berhadapan dengan sang S tier kalau dalam permainan.
Bukan tanpa maksud Kaprodi berkelakar seperti itu, setelah dilihat-lihat memang banyak angkatan atas yang belum menyelesaikan tesisnya terkendala ini itu, entah faktor internal atau eksternal karena sebagian besar dari kami kuliah sambil melanjutkan praktik. Terkendala realitas, terhimpit tugas untuk menunaikan kewajiban dinas.
Begitulah dunia orang dewasa, berhadapan dengan tanggung jawab. Menyelesaikan pekerjaan adalah bentuk dari sikap tanggung jawab, bukan lagi membawa perasaan suka atau duka, bukan untuk siapa-siapa tapi pada akhirnya karena itulah bentuk pertanggungjawaban kami pada diri sendiri. Akan kami jalani walau sambil menangis kata orang.
Lalu bagaimana jika dalam pelaksanaannya kemudian merasa kehilangan arah dan tujuan?
Begitulah otak orang dewasa selalu dipengaruhi kecemasan. Bagaimana tidak, beranjaknya usia semakin matang fungsi kognitif kita yang artinya segala skenario akan terpikirkan, sadar atau tidak. Maka dari itu,
diamlah sejenak, sambil bertanya pada diri sendiri apakah self doubt ini adalah emosiku atau emosi orang lain yang terpendar. Apakah burnout yang sedang dialami saat ini adalah hasil dari energi yang habis diawal pekerjaan karena terlalu bersemangat sehingga saat menuju perjalanan akhir yang tersisa hanya lelah dan energi yang terkuras atau hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan sehingga perjuanganmu terasa sia-sia.
Jika api kecil mulai menyala kembali dari diam sejenak itu, maka mulailah berjalan lagi membawa harapan baru. Harapan yang lebih realistis untuk dapat membakar semangat, melanjutkan lagi sampai selesai.
Bila setelah selesai masih dirasa berat maka istirahatlah sejenak, kembali bertanya pada diri sendiri apa keinginanmu sebenarnya, dapatkah kita melanjutkan perjalanan berikutnya atau memilih mencari jalan baru yang selama ini sudah dikatakan oleh intuisimu tapi kita memilih untuk menghiraukannya.
Selamat datang di dunia orang dewasa yang penuh perhitungan dan keraguan, kaki kanan yakin melangkah maju kaki kiri berhenti bergerak karena ragu. Jadikan masa lalu yang telah selesai sebagai media reflektif bukan suatu penghambat. Jadikan masa depan yang belum dilalui sebagai harapan untuk terus berjuang. Jadikan masa kini sebagai proses kerja keras yang membuat kita bersemangat.
Kalau orang-orang yang lebih muda bertanya padaku bagaimana rasanya jadi orang dewasa akan kujawab sambil tertawa, "Kami tidak tahu apa yang sedang kami lakukan, target kami hanya menyelesaikan hari ini!"