AES044 Di Balik Kotoran Sapi
maulrest
Saturday June 1 2024, 10:21 AM
AES044 Di Balik Kotoran Sapi

Sebelum bercerita saya langsung mau klarifikasi dulu bahwa saya tidak membalikan kotoran sapi ataupun mencari sesuatu di balik kotoran sapi. Melainkan saya mendapat pelajaran penting tidak secara harfiah "di balik" kotoran sapi. Beneran ini mah...

Bertolak ke beberapa hari sebelumnya, di mana saya menyaksikan sebuah film berjudul Perfect Days karya Wim Wenders yang mempunyai premis sederhana namun dibungkus dengan sangat mengena. Kehidupan seorang Hirayama yang sudah cukup berumur, hidup sendiri, dan menjalani hari-harinya sebagai pembersih toilet di kota Tokyo. Anak-anak jaman sekarang sih nyebutnya "slow living". Saya tidak akan menceritakan filmnya lebih dalam karena saya tidak dibayar oleh mereka (kecuali mulai hari ini mau bayar sepertinya saya bisa berubah pikiran), jadi tonton saja sendiri ya! (kok malah kelihatan tetap promosi ya). 

Setelah menonton film ini saya menyadari selama ini saya banyak hidup di masa lalu dan masa depan namun tidak di masa kini. Banyak hal yang bisa disyukuri malah tertutup oleh kotoran sapi cair yang mengalir di pegunungan Manglayang ketika saya berangkat kerja. Padahal selain kotoran sapi cair ini ada segarnya udara pagi, rimbunnya pepohonan, dan megahnya pemandangan gunung Manglayang selama perjalanan saya menuju sekolah. Mungkin tanpa adanya bau tidak sedap dari kotoran sapi cair ini saya tidak akan tahu betapa segarnya udara pagi setelah melewati kawasan peternakan sapi Manglayang. Mungkin saja kita harus bisa membedakan antara kekurangan dan keburukan, kurang tidak selalu berarti buruk. Yin & Yang.

Hanya Tuhan yang mengetahui kebenaran sesungguhnya.

leoamurist
@leoamurist   2 years ago
sapinya diare gitu ya
maulrest
@maulrest   2 years ago
hmm bisa jadi, nanti deh aku coba lemparin diapet
You May Also Like