Aku suka berkendara. Jarak jauh dekat, sendirian atau beramai-ramai, menyetir atau menjadi penumpang, naik mobil atau kendaraan lain, naik angkutan umum atau pribadi, semua mempunyai cerita tersendiri. Berkendara seperti melintasi ruang waktu, aku sering tenggelam dalam pemikiranku atau melihat sekitar dari sisi yang berbeda. Banyak cerita-ceritaku muncul saat aku sedang berkendara.
Berangkat dari rumah ke sekolah misalnya. Rute perjalanan yang itu-itu saja padahal tidak ada yang berubah tetapi kadang ada sesuatu yang berbeda dalam benakku. Ragaku tetap ada di dalam kendaraan pikiranku melayang berkelana mencari keseruan sendiri dalam ruang yang lain. Jangan salah aku tetap waspada dan sadar ya saat menyetir hahaha
Ide kali ini datang saat tadi pagi kami sekeluarga berangkat ke Bekasi tempat pamanku tinggal. Karena kesibukan masing-masing kami cukup lama tidak bertemu jadi papaku ingin main kesana, karena satu dan lain hal mereka berangkat duluan, aku dan Fajrin menyusul belakangan.
Kalau dipikir-pikir untuk apa sih jauh-jauh pulang pergi kesana, macet iya capek iya rasanya baru juga sampai lalu pulang lagi ke Bandung. Ngapain sih ngoyo, weekend begini paling enak bersantai saja di rumah. Leyeh-leyeh
Aku menyadari semua tindakan ngoyo kita, apapun yang kita usahakan hari ini adalah bagian kecil dari sesuatu yang sedang kita usahakan. Ketidakjelasan dimasa depan akan berubah sedikit berwujud saat kita mengusahakan. Bentuknya ya masih tidak jelas seperti yang kubilang tapi aku sadar bahwa untuk mewujudkan sesuatu itu perlu usaha kecil yang bentuknya mungkin remeh dan mungkin tidak berhubungan dengan apa yang kita usahakan.
Dulu aku sedang mencari pekerjaan waktu itu yang kulakukan sudah pasti mencari lowongan kerja, mengirim CV pada posisi yang kuinginkan dan bertanya pada teman-teman siapa tahu ada lowongan pekerjaan untukku. Lucunya aku malah mendapat pekerjaan saat aku mengantar mamaku berobat ke dokter gigi. Mengobrol dengan dokter yang sudah mengenalku sejak aku masih SMP sedikit banyak beliau tahu profesiku, dan kemudian menawarkan aku pekerjaan. Sesederhana itu rupanya. Bagaimana jika aku aku menolak permintaan mamaku karena malas mengantar?
Kembali pada keinginanku menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak. Mengantarkan mereka menjadi anak yang sukses menjadi perjalanan jauh, jauh sekali. Proses panjang yang membutuhkan tekad kuat. Jika melihat targetnya yang ada malah burnout karena berusaha terlalu keras, untuk itu maka yang dapat dilakukan adalah mengupayakan yang terbaik hari ini. Lakukan saja apapun itu, seremeh apapun. Sesederhana itu.
Selamat buat Sanya sudah masuk ke hitungan tiga digit AES. Terima kasih buat enerjinya. Semoga berlanjut terus dan semakin memahami apa manfaat menulis... Timingnya pas banget sebelum FestLit 2025. Mari rayakan.ππΌπππΌ
Makasih kak Andy! Iya nih timingnya kebetulan pas sebelum Festlit, tambah semangat