AES056 - Alam Tercermin dalam Kita
Ara Djati
Thursday October 10 2024, 9:26 PM
AES056 - Alam Tercermin dalam Kita

Layaknya anak dengan orangtua, kita bisa melihat rupa-rupa alam dalam tubuh manusia. Pola bercincin dalam kayu dalam sidik jari. Darah mengalir dalam pembuluh darah, seperti air dalam sungai, bercabang-cabang dan berubah sesuai dengan datarannya. Kerutan di sudut mata seperti retakan tanah kering.

 Aku pertama dikenalkan pada konsep ini saat masih kecil dulu, membaca buku anak-anak berjudul You Are Stardust. Buku ini bercerita bahwa kita semua terbuat dari bahan-bahan yang sama dengan yang membentuk bintang. Intinya, manusia terbuat oleh alam, maka manusia menyerupai alam, dan manusia adalah alam. Ini jadi ide yang begitu menarik bagiku. Aku melihat dedaunan, melihat cahaya matahari, membandingkannya dengan cahaya di mataku. Aku memandang jemari milik ibuku, melihatnya sebagai jari anak orangutan memeluk induknya, sebagai bintang laut, sebagai dahan pohon tak berujung.

Lama-kelamaan, aku mencoba mencari lebih banyak cerminan alam dalam manusia. Dan ternyata memang ada banyak. Begitu menemukan satu persamaan, muncul lebih banyak persamaan lain. Tiap hal kecil dalam alam, tiap hal kecil dalam tubuh manusia. Ketika aku mencari hal-hal ini, aku jadi lebih memperhatikan detail. Ini banyak membantuku lebih mengapresiasi betapa kompleksnya dan indahnya kita semua didesain.

 Alam adalah sesuatu yang begitu rumit dan berlapis. Senang rasanya kalau menemukan identitas diriku dalam konteks ini, dan merasakan belonging, hidup dalam sebuah kesatuan.