Setiap hari saya banyak membaca esai yang ditulis oleh teman-teman. Bukan apa-apa, membaca pemikiran atau pengalaman orang lain bagi saya adalah semacam cara untuk menemukan momen-momen yang sangat powerful yang banyak menceritakan berbagai aspek kehidupan, seperti misalnya bagaimana seseorang dapat bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup, bagaimana mereka mengalami transformasi yang luar biasa dalam menjalani hidup mereka. Ini semua dapat kita saksikan dan baca berdasarkan cerita-cerita kehidupan yang nyata, yang bagi saya merupakan pelajaran sangat berharga dan inspiratif.
Cerita-cerita yang saya baca setiap hari bisa menjadi ajang refleksi diri. Hampir semua diantara kita membandingkan pengalaman orang lain dengan diri sendiri. Percaya atau tidak, jika kita renungkan sungguh-sungguh, hampir setip kali kita mendengar sesuatu dalam sebuah percakapan di warung, misalnya, kita langsung mengkaitkan dengan pengalaman pribadi.
"Oh iya, ada teman saya juga begitu. Waktu ke UGD mengalami..." Itu salah satu contoh ungkapan yang kita sering dengar atau bahkan kita katakan ketika mendengar sebuah peristiwa. Ngobrol di warung sambil makan bala-bala bisa mencetuskan sebuah momen yang inspiratif! Kita belajar dari pengalaman teman mendidik anak, menghadapi masalah atap bocor, hingga tips membersihkan karburator sepeda motor, misalnya. Banyak sekali yang dapat kita serap dan pelajari hanya dari sekelumit percakapan "tidak penting" di warung. Itu cara kita sebagai manusia belajar dari pengalaman orang lain.
Beberapa waktu yang lalu saya membaca esai tentang sebuah kegagalan. Saya tidak ingat siapa yang menulis, bahkan saya juga pernah menulis tentang ini walau begitu saya telusuri judul demi judul saya tidak menemukannya. Saya tertarik untuk sharing pemikiran tentang ini. Bisa saja topik ini sudah saya bahas berkali-kali.
"Ga papa pak, topik atau judul sama belum tentu isinya persis serupa." Itu kurang lebih yang mbak @sanya katakan beberapa hari lalu ketika kami ngobrol soal menulis di dekat longlas.
Mengalami kegagalan dan membuat kesalahan merupakan proses belajar. Itu saya yakin semua sudah mengetahui. Mendengarnya mungkin sudah bosan, tapi mengalaminya tidak semudah mengucapkan kalimat di atas. Siapa yang suka membuat kesalahan? Apalagi jika akibatnya fatal. Saya pernah membuat kesalahan ketika memaki beberapa orang di tempat kerja. Itu kesalahan fatal sebab dapat menghadapi risiko kehilangan pekerjaan. Itu juga merupakan kegagalan saya dalam menggunakan akal sehat dan mengendalikan emosi. Seringkali ada bagian diri kita yang begitu lemah sehingga ketika tersentuh sedikit, kita kehilangan kendali. Itu yang saya pelajari dari peristiwa tersebut. Ini merupakan hal baru yang belum pernah saya hadapi. Tapi jika mengingat apa yang dikatakan oleh Albert Einstein: "Anyone who has never made a mistake has never tried anything new!", saya bisa mencomotnya dan saya jadikan alasan untuk justifikasi hahaha.
Walau kejadiannya sangat singkat, saya menghadapi suatu peristiwa unik dan bereaksi dengan cara yang salah dan tidak bijak. Momen ini saya jadikan pelajaran yang sangat berharga. Menimbang apa yang saya alami dikaitkan dengan outcome yang harus saya hadapi, peristiwa itu merupakan momen penting dalam hidup saya agar belajar untuk tidak gegabah, bereaksi secara bijak dan belajar mengendalikan diri secara profesional.
Charlie Kaufman, seorang sutradara, penulis novel dan screen filem, pernah berkata: “Failure is a badge of honor. It means you risked failure. And if you don’t risk failure, you’re never going to do anything that’s different from what you’ve already done or what somebody else has done.” Sangat mirip dengan apa yang dikatakan oleh Einstein. Kadangkala kita sadar atau tidak, sengaja atau karena teledor melakukan sesuatu diluar kebiasaan. Tidak apa-apa, karena dengan melakukan itu kita keluar dari zona nyaman, kita mendobrak tempurung yang terus membelenggu diri dan menerobos keterkungkungan untuk berani menghadapi dunia. Kalau sesuatu yang baik, ya alhamdulillah, kalau suatu yang buruk memang menyusahkan tapi di penghujung hari kita akan memperoleh sesuatu. Persis seperti ungkapan lain yang juga dikatakan oleh Eisntein, " Failure is success in progress." Kegagalan adalah keberhasilan yang sedang dalam proses perwujudan.
Foto credit: linkedin.com
Betul pak kadang pemikiran kemarin sudah tidak relevan hari ini namanya juga perjalanan makanya aku komporin untuk post semua puluhan draft pak Jo untuk mengisi tanggal yang bolong hahahaha