Perbantahan bukan perlawanan. Menghadapi pembantah jelas berbeda dengan menghadapi pelawan. Perlawanan itu menyegarkan sedangkan perbantahan itu menyesakan. Melawan bersifat konvergen sedangkan membantah divergen.
Seperti masuk ke dalam labirin lah meladeni pembantah dalam perbantahan. Seperti menemukan ujung lorong lah meladeni pelawan dalam perlawanan. Yang susah adalah menghadapi pembantah dalam perlawanan, alot.
Padahal menghadapi pelawan dalam perbantahan malahan menyegarkan, alus. Yang membantah berputar-putar dalam kontradiksi tak tersadari. Yang melawan memutar temu luruskan dalam paradoks penuh kesadaran.
Estetika dari pembantah adalah tuntutan melalui kesempitan pikiran, berjejal-jejalan pemikiran. Estetika dari pelawan adalah dugaan melalui keluasan pikiran, bersusun-susun pemikiran. Disipilin perlawanan dan perbantahan, jauh berbeda.
Perlawanan ada penawaran. Perbantahan ada permintaan. Sesuai hukum pasar, penawaran lebih besar dari permintaan membuat harga turun. Permintaan lebih besar daripada penawaran membuat harga naik. Bayarannya adalah waktu.