AES 311 For The love Of Life
joefelus
Wednesday March 30 2022, 3:13 AM
AES 311 For The love Of Life

" I have never had a chance to live a privilege life." Kata salah seorang teman pada suatu hari.

" Maksudnya?" Tanya saya.

"Sejak kecil tinggal di kampung, bukan dari keluarga berada dan saya harus berjuang seumur hidup hanya untuk bisa bertahan hidup. Kamu sih enak tinggal di Amrik." Katanya lagi.

Saya jadi merenung. Apa sih yang dia maksud sebagai live a privilege life? Kalau melihat jawaban dia, tentunya yang dimaksud adalah kehidupan yang berlawanan dengan kehidupan yang dia sudah jalani. Mungkin yang dia maksud dengan privilege life adalah, tinggal di kota besar?, lahir dan dibesarkan di keluarga yang berada? tidak perlu berjuang kerjas untuk bertahan hidup? Apakah begitu?

Saya tidak sependapat kalau yang dia maksud seperti itu. Hidup sendiri sudah merupakan privilege! Kita hidup dengan memiliki akal budi sudah merupakan privilege! Kita diberi kesempatan menjadi manusia bukan cacing saja menurut saya sudah menjadi privilege! Kurang apa lagi?

Hidup memang berat. Tapi hidup adalah anugerah. Jika hidup hanya lurus, semua lancar, tidak ada tantangan, maka hidup tidak lagi menyenangkan. Sebagai manusia, sudah selayaknya kita senang diberi tantangan, diberi cobaan dan mengalami banyak hal dalam perjalanannya. Mencoba mempelajari ketrampilan baru dan menghadapi tantangan adalah kunci untuk memperoleh kebahagiaan dan kepenuhan hidup. Bayangkan jika kita setiap hari hanya menunggu pemberian orang untuk bisa makan tanpa harus berjuang, apakah ada rasa kepuasan dan kepenuhan dalam hidup? Fulfilment akan menjadi begitu berarti jika dihasilkan melalui perjuangan! Dan diberi kesempatan untuk mampu berjuang, itu adalah privilege!

Kalau kita memperhatikan burung, kita melihat seolah-olah mereka tidak perlu bekerja untuk mencari makan. Mereka memang tidak perlu menabur untuk mempeoleh buah, tidak perlu menanam untuk memperoleh biji. Tapi tetap mereka harus terbang untuk mencari, tetap harus berburu jika makanan mereka adalah binatang kecil, itu bukan bentuk dari bekerja? Yang tidak terlihat belum tentu tidak ada, bukan?

Pada dasarnya jika kita terus menerus memikirkan keterbatasan, maka kita tidak akan pernah bisa berbahagia. Kalau selalu melihat ke atas, maka kita tidak akan pernah puas dan akan selalu lupa bahwa hidup merupakan privilege. Seperti peribahasa Cina berkata: “Outside of sky there is sky, outside of people there are people." Saya yakin ini adalah pemikiran tentang sesuatu yang tidak terbatas, selalu ada orang lain yang lebih dari kita, selalu ada yang lebih baik dan lebih banyak daripada yang kita miliki.

Pada intinya mengenai live a privilege life kuncinya adalah pada attitude kita sendiri. Bagaimana kita memandang kehidupan tergantung pada diri sendiri. Membandingkan diri bukan merupakan hal yang baik. Pandangan kita harus diubah, kaca mata kita harus diperbaiki, semakin kita bijak melihat maka semakin kita mampu mengerti bahwa hidup itu benar-benar merupakan privilege.

“The better you look, the more you see.”
― Bret Easton Ellis, Glamorama

Foto: Tomkins County Structural Racism. Ilustrated by Emanu