AES 125 Family Gathering
joefelus
Saturday September 25 2021, 1:44 AM
AES 125 Family Gathering


"My kids will come to visit me on thanksgiving" Kata guru di kelas aquatic


"Yaaaay" Teriak yang lain.

"My daughter and her boyfriend are coming for Christmas," kata Jenny, salah satu anggota kelompok aquatic

Itu obrolan seputar acara-acara liburan dalam waktu dekat di kelas berenang pagi tadi. saya hanya diam mendengarkan sambil ikut membayangkan bagaimana serunya berkumpul dengan keluarga di saat Thanksgiving atau Natal.

Ya, mulai di akhir bulan Nopember memang semuanya berubah. Bahkan di akhir September sejak hari pertama musim gugur mood setiap orang seperti kena sihir dan menjadi lebih riang dari biasanya. Toko-toko sudah mulai jualan pumpkin, coklat dan hiasan-hiasan berwarna Oranye, padahal halloween masih 1 bulan lebih. Bulan Oktober nanti setiap orang mulai mengubah cara berpakaian karena udara mulai dingin tapi juga karena menjelang masa-masa liburan di akhir tahun, sepertinya semua orang mulai berpakaian lebih rapih dan modis. Banyak yang mulai mengenakan boots dan overcoat panjang hingga di bawah lutut, memakai syal, topi dan sebagainya. Jadi memang sesudah musim panas, di mana masyarakat sangat santai bercelana pendek dan berkaos tipis, sekarang lambat laun mulai berbeda.

Thanksgiving dan Natal adalah saat-saat dimana semua anggota keluarga berkumpul, seperti kalau lebaran di Indonesia. Mudik menjadi salah satu tradisi di Indonesia, di sini juga ternyata begitu walau tidak seekstrim di pulau Jawa dimana seluruh pulau macet total, yang biasa perjalanan hanya 5 jam bisa jadi 1 hari 1 malam hahaha.. di sini memang lebih ramai tapi tidak terlihat ada perubahan yang ekstrim. Mungkin karena sarana yang baik dan penerbangan juga sangat banyak jumlahnya. Tapi memang airport akan berjubel!

Memang sih saya sangat merasakan kehilangan akan kedekatan dengan keluarga di masa-masa seperti ini. Kalau dekat sih cuek-cuek saja bahkan sering berantem, tapi kalau jauh kangen sampai ke ubun-ubun hahaha. Ini akan menjadi Thanksgiving saya yang ke 5 dan natal yang ke 6 jauh dari keluarga. Pada saat-saat semacam ini rasa jauh dari keluarga sangat terasa. Untuk menghilangkan itu, atau lebih tepat menghindari perasaan ini, saya hampir selalu mengajak teman-teman dekat berkumpul. Sudah 4 kali Thanksgiving saya memanggang kalkun dan mengundang teman-teman dekat, Thanksgiving pertama di sini saya tidak mengadakan apa-apa karena melakukan roadtrip ke Albaquerque dan Santa Ve di New Mexico, baru yang ke dua hingga tahun lalu saya membuat semacam pesta kecil-kecilan. Mulai dari memasak kalkun ala tradisional di-brine semalaman lalu dipanggang sekitar 6-8 jam tergantung besarnya burung, hingga tahun lalu saya membuat kalkun dengan resep ala Korea. Tahun ini kemungkinan besar saya akan mencoba yang lain, mungkin akan membuat prime rib, dengan saos au jus, horseradish, mungkin kentang panggang dll, saya belum memutuskan.


This image has an empty alt attribute; its file name is 20191128_1755513443204805711931880.jpg



Oke, lupakan soal makanan, bukan itu yang ingin saya obrolkan. Kumpul-kumpul keluarga itu banyak dampak positifnya. Misalnya bonding, silaturahmi. Kedekatan dan kehangatan dalam hubungan keluarga menunjang pembentukan relasi yang sehat. Semakin baik hubungan dalam keluarga semakin terampil seseorang dalam membangun relasi sosial di luar keluarga. Itu kata para ahli loh, jadi memang keluarga sangat penting dan menjadi landasan dalam hubungan sosial antar pribadi.

Bagi anak, kumpul-kumpul dalam keluarga menumbuhkan kekuatan identitas diri. Setiap orang punya peran dalam keluarga dan ini bisa dibangun dalam kegiatan kumpul-kumpul. Saya dan keluarga yang hanya bertiga memang harus berjuang dalam masalah ini. Kano, karena anak semata wayang, kurang mengalami kehangatan hubungan antar keluarga dalam artian keluarga yang sesungguhnya. Sudah 5 tahun dia tidak berhubungan dengan oom dan tantenya, dengan sepupu-sepupunya. Ngobrol dengan Video call saja baru sekali dan hanya beberapa menit. Ini mungkin akan menyisakan semacam kekosongan yang mudah mudahan suatu saat nanti akan segera dapat ditanggulangi.

Hubungan antar keluarga yang sering kumpul-kumpul juga memberikan dampak yang sangat positif pada anak-anak, tidak hanya orang dewasa. Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa relasi yang sehat antar anggota keluarga dan sanak saudara membantu kesehatan mental. Relasi dalam keluarga membantu pertumbuhan kedewasaan, identitas dan penghargaan terhadap diri sendiri. Penelitian juga mengungkapkan bahwa orang-orang dewasa yang jarang melakukan kegian kumpul-kumpul condong banyak membutuhkan pelayanan kesehatan mental! Kumpul-kumpul keluarga juga terbukti membantu anak anak dalam kaitan dengan kesehatan fisik!

Nah, karena saya jauh dari keluarga, maka tahun ini juga saya akan berusaha merencanakan sesuatu untuk berkumpul dengan teman-teman dan keluarga yang berdekatan. Biar sehat mental dan fisik dan terutama menikmati masa-masa liburan dengan sesuatu yang menyenangkan dan nantinya bisa menjadi sesuatu yang tak terlupakan.