Kata cuma tak cuma kata. Ada mantra yang menggerakan jiwa. Kemana jiwa bergerak kesana raga bersikap. Tindakan hanya konsekuensi dari kata, sesuai atau tidak itulah konsekuensinya.
Ungkapan lama bilang, pada permohonan kekuatan mintalah kekuatan untuk menanggung beban yang berat. Bukannya malah minta bebannya menghilang. Kata cuma tak cuma kata, kata cuma menghilangkan beban.
Kata cuma tak cuma kata, mantranya menghilangkan kekuatan. Beban hilang, kekuatan menghilang. Apa yang ditanggung kalau tidak ada beban, apa yang jadi kekuatan kalau tidak ada yang ditanggung.
Ungkapkan niat dengan kebaruan, pada permohonan kekuatan gantilah kata cuma dengan ajakan. Bukan menghilangkan beban, justru ajak menanggungnya dengan kekuatan. Kekuatan untuk membantu dan kekuatan untuk dibantu.
Kata cuma tak cuma kata, pada niat menguatkan ya ganti saja katanya. Untuk semakin menguatkan niat, menguatkan niat menguatkan, niat menguatkan yang sungguh menguatkan.
Alih-alih bilang cuma segitu, sepertinya lebih elok bilang kalau segitu ayo kita bantu. Lebih dari itu, kita tunggu dulu sampai mampu. Mampu membantu dan mampu dibantu.