AES 103 Backpacking (2)
joefelus
Friday September 3 2021, 11:42 PM
AES 103 Backpacking (2)

Hari ini seharian saya menghadiri Folk Festival. Seluruh pusat kota penuh dengan banyak kegiatan kebudayaan dan makanan. Menurut data yang saya peroleh, festival rakyat ini dimulai sejak tahun 1986 dan menjadi tradisi yang dilakukan setiap tahun di musim panas.

Ada 5 buah panggung yang tersebar di pusat kota dan menyajikan musik dan tarian rakyat. Yang saya perhatikan ada musik latin seperti Puertorico, Mexico dan sebagainya. Musik Country yang penuh dengan para cowboy yang bermusik dan menari sambil tentu saja minum bir! Di tempat ini bau bir dan hiruk pikuk musik serta pengunjung yang menari semacam square dance menjadi ciri utama. Lalu ada di sisi pusat kota yang lain adalah pertunjukkan Native American. Kelompok orang Indian melakukan ritual dan tarian pow wow. Mereka mengenakan kostum yang sangat khas berwarna warni dengan bulu bulu. Di bagian lain ada pertunjukkan musik blue grass dengan biola dan peralatan musik perkusi.

Disamping pertunjukan musik yang sangat interaktif karena semua pengunjung dapat ikut serta menyanyi dan menari, juga banyak dijual makanan di kios-kios termasuk toko-toko permanen. Saya mencoba makanan hispanik dan latin yang saya lupa namanya karena panjang sekali, encolata... entah apa. Lalu aya juga mencoba makanan Kamboja seperti mie goreng dan daging sapi yang ditusuk seperti sate. Lalu ada makanan mediterania seperti Gyros, souvlaki dan sebagainya.

Hari Ini Nina tidak ikut karena kelelahan, kemarin keliling Boston dengan tongkat membuat tubuhnya pagal-pegal sehingga dia memutuskan untuk bersitirahat karena esok hari kami akan melanjutkan perjalanan menuju Capecod.

Saya menghabiskan beberapa waktu di panggung, sebetulnya lebih tempat lapangan rumput yang sangat luas dengan pertunjukkan penduduk asli Amerika, suku Indian Pennacook, Sioux, Cherokee, dan lain-lain. Mereka menampilkan tarian pemanggil hujan dalam bentuk lingkaran lalu melompat-lompat sambil berkeliling dan mengeluarkan semacam chanting dalam bahasa Indian. Hari itu sangat panas dan lembab, lalu tiba-tiba turun hujan sangat deras dibarengi dengan bunyi guntur! Percaya atau tidak ini saya saksikan sendiri bahkan saya sulit mencari tempat berteduh hingga basah kuyup!

Saya lalu pindah ke panggung yang menyajikan musik jazz. Lalu berpindah-pindah ke panggung yang lain termasuk musik rock and roll sambil makan hot Dawg, alias hotdog hahaha.. Ya hari itu ribuan orang berbaur di pusat kota hingga hari mulai gelap. Di banyak tempat juga terdapat kios-kios yang menjual karya seni tradisional dari berbagai budaya dari suku Indian, latin, hispanik hingga pernik-pernik dari kulit. Semua tumplek di sana. Ya, Amerika adalah negara imigran, menjadi semacam melting pot antar budaya-budaya dunia.

Sesudah keliling keliling, saya lapar lagi. Kebetulan ada stand makanan yunani yang banting harga. Yang kalo pagi harganya 1 buah 2 dollar, sore hari harga menjadi 2 buah seharga 1 dollar saja, tentu saja saya tertarik. Ketika saya coba, langsung saya lari ke tempat sampah, bukan tidak enak loh tapi saya tidak bisa menikmati cinnamon!!! Akhirnya saya beli hotdog lagi sehingga rasa kayu manis di dalam mulut berubah menjadi harum sosis hahaha.

Esok hari saya dan Nina akan berangkat menuju Cape Cod, di sana saya akan bertemu seorang sahabat yang kakek dan neneknya tinggal di vila peristirahatan musim panas. Jaida, itu nama sahabat kami, guru silat saya dari cabang Bangau Outih yang pusatnya di Bogor! Dari cape Cod kami nanti akan ke New York states, Baltimore, Delaware dan Washington DC. Perjalanan liburan masih panjang!