AES 918 Checking In
joefelus
Tuesday November 28 2023, 7:02 AM
AES 918 Checking In

Tulisan kak @finsjournal , Kembali Ke Diri  sangat menarik dan ketika saya memberikan pendapat, mau tidak mau saya juga mulai berpikir apakah pendapat saya itu benar. Saya katakan bahwa proses menemukan diri sendiri yang saya alami berlangsung terus menerus sepanjang hidup. Pertama saya katakan karena terus terang seringkali saya tidak tahu apa yang sebetulnya saya cari, baru ketika menemukan kepingan yang menurut saya merupakan bagian dari diri sendiri, saya baru menyadarinya. Terdengar memang aneh, tapi kalau benar-benar bertanya tentang siapa kita sebenarnya, maka hampir pasti semua orang tidak bisa menjawab secara menyeluruh seolah-olah telah mengenal diri sendiri sepenuhnya.

Menemukan diri sendiri merupakan sebuah perjalanan. Saya tidak benar-benar ingat kapan secara sadar mulai berusaha melakukan itu, jika diibaratkan dengan sebuah perjalanan, maka seharusnya pada saat tertentu dengan sadar saya mulai berangkat dan menyelami diri sendiri , mulai berpikir dan mengeksplorasi tentang nilai-nilai yang saya pegang, keinginan, mimpi dan sebagainya. Perjalanan itu tidak selalu mudah, pada saat dirundung masalah jangan harap kita berpikir tentang menemukan diri sendiri. Orang lapar tidak dapat berfilsafat bukan? Makan dahulu, sesudah kenyang baru mulai berpikir. Bukan begitu? Demikian juga perjalanan menemukan diri sendiri, kadang pada saat tertentu kita mendapat pencerahan, menemukan kira-kira apa tujuan hidup yang ingin kita capai, tapi ada kalanya juga kita merasa terjerumus dan itu di kemudian hari akan bisa kita renungkan dan berkaca darinya.

Seringkali kita diingatkan untuk tidak terbelenggu masa lalu, kita harus in the present, katanya. Itu tidak salah, no time like the present, nothing is more perfect than the present time, bukan? Ya betul. Tapi masa lalu bisa menjadi cermin bagi kita. Kita belajar dari kesalahan masa lalu. Seorang ahli therapy yang bernama Ibinye Osibodu-Onyali mengatakan agar kita berpikir ke masa lalu pada saat kita merasakan hidup yang menyenangkan dan simpel. Apa yang kita lakukan saat itu? Siapa saja yang ada disekitar kita saat itu? Apa yang menyebabkan kita merasakan perasaan-perasaan itu, lalu kemudian kita berusaha menciptakan kembali versi kehidupan saat itu. Itu hanya beberapa bentuk pertanyaan yang dijadiakan sebagai panduan. Kita juga bisa merenungkan kembali peristiwa yang kurang menguntungkan dan bertanya kesalahan apa dalam kita bertindak saat itu dan bagaimana kita dapat mencapai hasil yang sebaliknya? Ya, itu salah satu kegunaan masa lalu. Sesuatu yang tidak akan dapat diubah tapi dapat ditarik pelajarannya.

Oisbodu-Onyali juga mengatakan bahwa membuat jurnal setiap hari merupakan upaya beberapa menit setiap hari kita menilik diri sendiri. Dengan menulis kita berusaha mengutarakan apa yang membuat kita bahagia, yang membuat kita sedih, apa yang kita pikirkan dan alami setiap hari. Jourinaling juga merupkan salah satu cara untuk melatih mindfulness. Saya kutip ucapan dari Neuropsychologist Sanam Hafeez: "Mindfulness is being present and aware of your thoughts, feelings, and surroundings without judgment," Latihan mindfulness akan membantu mengembangkan self-awareness dan memperoleh insight tentang pikiran dan emosi kita.

Nah kalau demikian, menulis AES itu adalah salah satu cara kita checking in with ourselves, latihan mindfulness yang akan membantu kita mengembangkan self-awareness yang sadar atau tidak kita sedang melakukan perjalanan menemukan diri sendiri, bukan?

Foto credit: healthista.com