“Kamu akan sendiri. Maka kembalillah pada dirimu yang sejati” - Emha Ainun Najib
Sekitar tiga tahun lalu, sewaktu masih menulis di Ning, saya pernah menuliskan bahwa pertama kalinya kembali menginjakkan kaki di Semi Palar serasa pulang ke rumah … Itulah yang saya rasakan saat itu, entah kenapa …
Tahun pertama di Semi Palar, saya seperti bercermin. Melihat ke dalam diri, menemukan lubang-lubang dalam diri yang merasa perlu untuk ditutupi.
Tahun kedua di Semi Palar, saya menemukan satu-persatu kepingan yang dapat menutupi lubang-lubang dalam diri, namun belum tahu bagaimana memasangkannya …
Tahun ketiga di Semi Palar, saya diperlihatkan tutorial cara memasang kepingan di tempat yang tepat, mengurai satu-persatu benang kusut dalam hidup …
Kenapa bisa begitu ya? Saya bertanya-tanya dalam hati. Ah … Biarkan saja, mungkin ini jalannya. Rasanya, aneh dan ajaib saja!
Ajaibnya, belasan tahun mencari jati diri, ingin punya keluarga, ingin punya rumah untuk pulang. Berkelana … Kesana kemari … Eh! Ketemunya disini … Di dalam diri.
Anehnya, tiga tahun bekerja di sebuah tempat, seharusnya bisa membuat saya menjadi pegawai senior yang sudah lebih banyak keahlian yang mumpuni. Tapi, di Semi Palar, di tahun ketiga malah semakin merasa tidak tahu apa-apa, semakin merasa harus banyak belajar, kesalahan masih kerap dilakukan. Tetapi, saya merasa lebih melihat jauh ke dalam diri. Serasa sedang menempuh jalan spiritual!
Tidak pernah lebih mudah … Tidak pernah lebih yakin … tetapi, saya merasa lebih tenang!
Semoga saya ada di jalan yang benar … Semoga perjalanan ini mempertemukan saya kembali ke diri yang sejati …
"Saya pikir kamu melakukan perjalanan untuk pencarian dan kamu kembali ke rumah untuk menemukan dirimu di sana." - Chimamanda Ngozi Adichie
Pengalaman saya, menemukan diri tidak ada habis-habisnya. selalu ada hal baru. Kedua, tidak ada habisnya karena pada kenyataannya kita sendiri tidak tahu apa yang dicari dan baru sadar ketika menemukan serpihan atau kepingan itu. Ini menurut saya yang menjadikan hidup itu selalu menarik dan tidak pernah bisa berhenti menulis tentang hidup.
Betul sekali, Pak Joe... sudah kepala 3 saja saya masih mencari... tidak tahu sampai kapan,,, saya yakini manusia itu akan terus mencari hingga akhir hayatnya... yang penting kemauan untuk belajar dan berkembang menjadi manusia lebih baik itu ya....
Terima kasih ka Fifin. Tulisan pendek ini jadi catatan yang penting di ruang ini, di Ririungan Semi Palar untuk kita semua. Terima kasih juga sudah terbuka dan mau berbagi di sini. Nuhuun. 🙏😊