Api di sumbu sentir menari-nari. Membuat wajah Mbah Oyeng sekelibat gelap lalu tampak lagi dan terus berulang.
Kata mas Yuli tetangga kami, rumah mbah Oyeng itu belum pakai listrik. Jadi kalau malam, tidak seterang rumah-rumah lain.
Tetapi Tius tetap senang, itu berarti ia bisa bermain wayang sentir setiap malam.
Mbah Oyeng memang bukan dalang seperti mbah Ndut, tetapi mbah Oyeng bisa membuat wayang sentir. Cahaya sentir yang remang dan bergoyang, bisa disulap mbah Oyeng menjadi apa saja.
"Timun mas berlari dan melemparkan biji timun. Raksasa pun terjebak, ..." dan masih akan diteruskan hingga Tius tertidur.
Cerita timun mas juga pernah dipentaskan oleh mbah Oyeng menggunakan wayang sentir. Cukup dengan cahaya lampu sentir dan permainan jemari mbah Oyeng, puluhan bahkan ratusan cerita telah Tius saksikan. Pentas wayang sentir selalu ditunggu-tunggu setiap malam.
Meski lubang hidung mereka menjadi hitam pada pagi harinya, tetapi wayang sentir mengubah gelap malam menjadi kemeriahan sebuah pentas.