AES 1052 Kesukaan
joefelus
Thursday April 11 2024, 11:29 AM
AES 1052 Kesukaan

"Interested?" Tiba-tiba ada pesan masuk dari Nina dengan sebuah gambar. Penasaran saya perbesar gambarnya dan terlihat sepiring nasi yang tidak berwarna putih tapi agak keruh dengan bertaburan ikan teri dan pete di atasnya. Apa ini? Pikir saya, seperti nasi liwet, tapi tidak yakin. Saya langsung membuka tulisannya. Memang benar, nasi liwet komplit, di penjelasannya dikatakan nasi itu akan ditemani dengan ikan asin, daging gepuk, tahu goreng, tempe orek, ayam lengkuas, telur dadar, bakwan jagung, lalapan, kerupuk dan sabal bajak. Mata saya tentu saja lansgung berbinar. Saya selalu tertarik akan makanan yang dimasak oleh orang lain, apalagi jika jenis makanan yang bagi saya terlalu merepotkan. Seperti nasi liwet di atas, terlalu banyak sayuran dan masakan pelengkapnya. Jika nasi liwet saja sih mudah. Tentu saja saya tertarik, bahkan saya langsung kirim gambarnya ke sahabat saya. nanti jika mau hari Sabtu sore kami akan berangkat menjemput makanan itu di kota lain yang jaraknya dari tempat saya sekitar 70 miles atau 114 km jauhnya.

Bagi kami, berpergian hanya sekedar berburu makanan itu sudah biasa. Sudah sangat sering kami ke kota lain hanya sekedar supaya dapat menikmati makanan. Kami memang tukang makan, dan tidak pernah ragu-ragu untuk pergi jauh. Nah hari sabtu nanti kami akan menjemput nasi liwet, arem-arem dan ketimus. Ketimus atau lemet adalah kudapan yang dibuat dari parutan singkong dicampur kelapa parut dan diberi isi gula merah lalu di kukus. Membuatnya tidak sulit tapi saya malas membuatnya karena harus menggunakan daun pisang untuk membungkusnya. Saya kurang menyukai bungkus membungkus dengan daun pisang, jadi lebih suka dibuatkan orang lain walau harganya lumayan mahal. Seperti misalnya ketimus itu $2 per buah, arem-arem $10 untuk 4 buah, sementara nasi liwet $20. Sama sekali tidak murah apalagi jika memperhitungkan waktu dan biaya bahan bakar pulang pergi ke tempat itu.

Jika mahal, kenapa saya tetap suka memesannya? Sekali lagi karena saya tukang makan dan sangat mengapresiasi karya orang lain dalam hal masak memasak. Saya seperti orang yang menyukai musik dan rela merogoh sakunya dalam-dalam demi membeli tiket untuk menyaksikan penyanyi idola. Seperti misnya ada orang yang rela menghabiskan $11 ribu untuk menyaksikan Taylor Swift menyanyi! Bagi mereka yang tidak mengerti, maka akan menyangka orang yang menghabiskan uang sebanyak itu gila. Hahahaha.. Nah, kalau saya tidak terlalu tertarik dengan pertunjukkan musik kecuali para penyanyi yang saya sukai. Itu pun masih tergantung berapa harga tiketnya. Jika mahal, lebih baik saya mendengarkan di youtube saja hahaha..

Apresiasi orang pada hal-hal tertent memang sangat unik. Bagi orang lain yang tidak mengerti, maka sulit bis amencerna dan mengerti mengapa orang rela menghabiskan banyak uang hanya sekedar mendengarkan seorang penyanyi. Tidak hanya itu, kebanyakan malah tidak bisa melihatnya dari jarak dekat karena hanya mampu membeli tiket yang termurah dan duduk di deretan paling belakang. Nah saya yang mempunyai kegemaran akan makanan tentu saja mengerti karena pada intinya kesenangan akan karya atau orang tertentu sangat mirip dengan kesukaan akan makanan.

You May Also Like