AES005 Nomaden
tikariyani_
Sunday May 8 2022, 9:18 PM
AES005 Nomaden

Kalo bahas tentang kata nomaden yang teringat di kepala itu pengalaman waktu masih bekerja di kontraktor bangunan. Baru lulus kuliah langsung kerja di project pertama yang jaraknya dekat dari rumah, kala itu mikirnya enak ya kerjanya deket. Tapi ko bisa-bisanya lupa, kalo hidup di dunia teknik sipil itu harus siap di tempatkan di mana saja. Jreng.. Jreng.. Jreng..setelah satu tahun akhirnya tiba saatnya untuk berpindah ke kota lain dan disaat itu perjalananku hidup nomaden di mulai... 

Di awali dengan kota industri Karawang untuk menyelesaikan Sampoerna Project, disana bener-bener ngerasain hidup penuh perjuangan. Mulai dari udaranya yang lebih panas dari Bandung, jarak kosan-project lumayan jauh, dan selalu terjebak macet, pergi pagi pulang malem. Masih untung sih masih pulang, ga kayak bang toyib. Heheh.. Tapi apapun rintangannya Karawang mempertemukanku dengan banyak orang hebat, dan tentunya banyak belajar dari pengalaman hidupnya. Terima kasih karawang untuk 2 tahun berharganya. 

Selesai dari Karawang berpindah ke Cikarang, yang panasanya tidak kalah dengan Karawang. Kala itu menyelesaikan Asahimas project. Apa yang menarik disana? Jarak dari pintu masuk factory ke kantor kontraktor itu menempuh jarak kurang lebih 1 km, kebayang kan kalo telat terus jalan kaki belum sarapan pula rasanya gimana? Hmm.. Di Cikarang pun selalu dipertemukan dengan orang baik, dengan keunikannya masing-masing dan kesamaan habit kerja tak kenal waktu. Ganbatte!! 

Jakarta. Diberi kesempatan untuk dapat tinggal di Jakarta karena waktu itu dipindahkan ke kantor pusat untuk beberapa bulan. Satu kata yang menggambarkan Jakarta adalah "heurin" mulai dari padat penduduk, padat bangunan minim ruang hijau. Dan ketika itu merasa kewalahan mengikuti dinamika kehidupan di ibukota, mulai dari naik KRL yang mau berdiri untuk mengatur keseimbangan pun sulit. Inget banget pas awal-awal naik KRL, sudah sampai di stasiun dari jam 05.30 baru masuk keretanya jam 07.00 sakit bingung, kok bisa gini cara naiknya berdesak-desakan sekali? Gimana cara pada naiknya sih? Ya sambil diamati. Tapi lain cerita pas naik MRT, apalagi kala itu baru beroperasi, wah serasa lagi ada di luar negeri dan tidak sepadat KRL. Pokoknya sangat nyaman. Jakarta mengajarkanku untuk hidup mandiri dan perlu untuk cepat beradaptasi. Disanapun bertemu dengan sahabat-sahabat baru. 

Meskipun pengalaman nomaden tidak sampai lintas pulau, hanya lintas kota saja tetapi benar-benar mengubahku jadi manusia baru. Seperti belajar untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, kebiasaan baru, berani, mandiri dan tangguh. Selain itu nomaden juga mengajarkanku untuk lebih menghargai waktu bersama keluarga baik itu keluarga di Bandung ataupun keluargaku di project. Terima kasih teman-teman untuk pengalaman berharganya.