AES 466 Hewan Peliharaan
joefelus
Thursday September 1 2022, 9:16 AM
AES 466 Hewan Peliharaan

Good Morning,

My kitty passed away last night and I am not feeling well, so I won't be in today.

Itu sebuah email yang saya terima pagi ini ketika bangun tidur dan bersiap-siap untuk memulai hari saya. Email tersebut dikirim lewat pukul 12 malam. Jadi sepertinya boss saya tidak tidur semalaman karena kucingnya saya tahu sakit cancer sudah sejak lama dan akhir-akhir ini makannya harus disuapi sehingga boss sering bekerja dari rumah dan hanya sekali-kali ketika agak longgar dia ke kantor. Hari ini kucing kesayangannya meninggal. Hmm.. agak sungkan juga menggunakan kata mati, sebab kalau saya baca email tadi pagi, boss saya menggunakan passed away, bukannya died. Dari situ saya bisa lihat betapa pentingnya kucing itu dan menjadi bagian dari hidupnya, sehingga menggunakan kata yang jauh lebih "baik". Hmm.. ini juga jadi pertentangan bagi saya sebab kata itu tidak ada yang baik, kurang baik atau tidak baik.

Eniwei, sambil bersiap-siap berangkat kerja saya mulai kebingungan memilih kata-kata simpati. Terus terang jika saya berhadapan dengan kehilangan teman atau anggota keluarga, saya sudah terbiasa dengan mengungkapkan kata-kata bela sungkawa, tapi seumur hidup saya belum pernah mengungkapkan rasa duka cita yang agak resmi pada seseorang yang kehilangan binatang peliharaan. Saya harus hati-hati karena kebiasaan dan budaya setiap orang dan setiap tempat itu tidak sama. Lain lubuk lain ikannya, bukan? Jadi saya memutuskan untuk menggunakan google dan apa yang  saya lihat sangat mengejutkan! Karena belum pernah mengalami peristiwa ini, saya tidak pernah mencari tahu bagaimana mengungkapkan rasa duka ketika seseorang kehilangan peliharaannya. Ini pengalaman saya yang pertama.

Saya terkejut karena ternyata kehilangan hewan peliharaan di sini seperti dianggap sebagai kehilangan anggota keluarga. Begitu pentingnya peran pet di sini hingga memperoleh tempat yang sangat istimewa. Sekarang saya mengerti kenapa banyak orang didenda atau masuk penjara hanya karena semata-mata melakukan kekerasan, menelantarkan atau bahkan menyiksa hewan. Yang terakhir sudah jelas, sekarang ada hewan yang mati di dalam mobil karena tuannya lupa membuka jendela dan membiarkan hewan peliharaannya kepanasan hingga mati, tuannya bisa masuk penjara! Apakah ini agak berlebihan? Saya tidak tahu! Jika saya membandingkannya dengan kebiasaan di Indonesia, saya yakin orang-orang menganggap ini sebagai sesuatu yang agak berlebihan. Binatang ya binatang, tidak sama dengan manusia. Itu di Indonesia, saya bisa saja salah. Katanya di sini hewan peliharaan jika didaftarkan maka menggunakan nama keluarga tuannya. Jadi jika Mr. Lucas Brown punya anjing herder dan didaftarkan dengan nama Max, maka herder itu akan punya nama Max Brown! Pet sekarang punya tag dengan nama dan alamat lengkap dengan nomor telepon tuannya, jadi jika hilang mereka akan mudah dilacak jika diketemukan oleh orang lain. Pet sekarang malah sudah diberi chip yang bisa dideteksi jika hilang. Jaman sekarang, apa sih yang tidak mungkin?

Kembali ke tadi pagi. Akhirnya saya memilih-milih kata-kata yang dapat menghibur boss saya dan menulis email pendek yang mengatakan bahwa saya turut berduka atas meninggalnya kucing kesayangannya. Boss saya memang tidak masuk kerja dan ini merupakan sebuah hal yang wajar. Kejadian serupa dialami oleh mantan guru SMP Kano di sini. Suatu waktu Bill sedang jogging ditemani anjingnya. Ketika dekat tempat sampah tiba-tiba ada mobil yang tergelincir dan menabrak anjing yang sedang berlari bersama Bill. Keluarga mereka berkabung, dan ketika kami mampir menjenguk, mata mereka masih merah dan bengkak. Ya, sama seperti kehilangan anggota keluarga. Pada hari itu juga Bill dan keluarganya tinggal di rumah tidak bekerja dan Lucy anak perempuannya tidak sekolah.

Saya pernah punya anjing peliharaan dulu. Ada 3 ekor dan saya beri nama Bally, Bello dan Bonny. Bonny meninggal terlebih dulu karena sakit padahal saya tidak pernah melewatkan vaksinasi bahkan dokter hewannya datang ke rumah secara teratur. Bally dan Bello meninggal karena patah hati kami tinggal ke Hawaii. Ketika mendengar berita mereka mati, saya sangat sedih dan agak kesulitan menyampaikan berita ini ke Nina. Jadi Nina saya ajak makan, jalan-jalan dan duduk di pantai sebelum saya sampaikan berita duka itu. Butuh waktu lama bagi saya untuk bisa menyampaikannya karena sangat sulit. Kami berdua menangis di pantai. Sejak saat itu kami tidak berani untuk mengadopsi hewan peliharaan lagi karena kehilangan mereka akan sangat menyedihkan. Mengingat ini saya dapat ikut merasakan kesedihan boss saya, tapi hingga sekarang masih belum mengerti bahwa kehilangan hewan peliharaan bisa dijadikan alasan untuk tidak masuk kerja apalagi saling memberi ucapan bela sungkawa seperti kita kehilangan kerabat atau keluarga. Oh satu lagi, hewan peliharaan di sini juga banyak yang memiliki asuransi kesehatan! Kalau salon untuk perawatan sudah banyak di Indonesia, itu saya tahu, tapi kalau asuransi kesehatan saya masih harus geleng-geleng kepala karena untuk manusia saja kebanyakan di Indonesaia tidak memiliki asuransi kesehatan nah di sini hewan peliharaan mendapat perlakuan jauh lebih istimewa, dan jangan salah asuransinya tidak murah! Ya begitulah!***