Sikap (form/attitude) adalah sisi tengah. Di atasnya ada pola (pattern/repetition). Di bawahnya ada pengetahuan (knowledge/experience).
Sikap tidak bisa langsung disentuh begitu saja. Perlu melalui pola, untuk melihat kebenarannya. Perlu melalui pengetahuan untuk melihat pembenarannya.
Seperti sikap afirmatif. Yang benar terjadi selalu keterlambatan, kelupaan, kemendadakan, sporadis, dan reaktif. Pembenarannya adalah fleksibilitas.
Seperti sikap negatif. Yang benar terjadi selalu kekakuan, keseharusnyaan, kebiasaan, kekuasaan, dan keuntungan. Pembenarannya adalah kapasitas.
Maka sikap afirmatif bukanlah afirmasi, indisipliner saja itu. Maka sikap negatif bukanlah negasi, konservatif saja itu. Pengetahuan yang menceritakan sikap dan pola yang menyatakannya.
Sikap tidak dilihat dari sikap, justru terlihat dari kesesuaian katanya dengan nyatanya dalam pengulangan sejumlah tertentu selama jangka waktu tertentu. Antara alfa dan omega ada delta, dan delta inilah segalanya.