AES 1017 Morale Boosters
joefelus
Wednesday March 6 2024, 12:01 PM
AES 1017 Morale Boosters

"I think I have an allergic reaction to something. My eyes have been itchy and watery, sneezing so many times, and now started to get a headache." Kata saya ketika membuka pintu untuk keluar menuju mobil.

"I don't mind to get infected and sick so I can call out of work. Come here, Dad! Heeeey.. give me a hug!" Kata Kano yang tentu saja tidak saya gubris dan meneruskan langkah saya ke kendaraan tanpa menjawab.

Anak ini memang mulai banyak keluhan setiap hari. Ketika akan berangkat kerja, dia mulai menunjukkan rasa enggan untuk pergi dan di malam hari ketika saya jemput sering mengeluh karena banyak masalah yang dia hadapi di tempat kerja. Selalu ada saja di mata dia yang kurang sempurna, seperti misalnya banyak alat yang rusak, banyak para mahasiswa hourly yang tidak masuk, rekan kerja yang sakit atau ada halangan sehingga beban kerja banyak menumpuk, bahkan hari Minggu kemarin dia harus masuk lebih awal karena ada SMS dari rekan kerjanya bahwa ada beberapa prep yang tidak sempat dikerjakan sehingga Kano terpaksa masuk sebelum jadwalnya agar semua pekerjaan dapat terkejar dan selesai pada waktunya. Jika melihat hal ini saya begitu kagum dengan determinasi dan rasa tanggung jawabnya. Walau di mulut dia banyak mengeluh tapi semua pekerjaan dia dapat dilakukan dan diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

Dari pengalaman saya dalam menjalani pekerjaan memang selalu ada situasi yang turun naik, ada saatnya saya begitu semangat untuk masuk kerja, tapi tidak jarang juga semangat saya begitu menurun dan rasanya sangat berat sekali untuk bergerak dan bersiap-siap menuju kantor. Itu biasa dan saya alami di semua pekerjaan yang pernah saya jalani. Semua sama ada saat-saat membosankan, saat-saat penuh masalah tapi juga banyak sekali momen yang sangat menyenangkan. Itu semua hal yang wajar. Siapa sih yang tidak pernah mengalami hal-hal semacam itu?

Kejadian-kejadian seperti itu memang tidak dapat dihindari. Kita semua hanyalah manusia yang tidak dapat terus menerus kuat dan bersemangat setiap saat. Ada kalanya kita menghadapi banyak rintangan, tapi jika kita membiarkan dan mengabaikan masalah-masalah yang kita hadapi dan berharap akan lenyap dengan sendirinya, itu salah besar bahkan jika dibiarkan berlarut-larut hal tersebut akan menjadi semakin buruk. Kita harus bisa secara aktif me-reboot atau me-reset morale yang kita miliki.

Pada dasarnya kita harus mampu memotivasi diri untuk selalu dapat menjadi lebih baik karena orang yang termotivasi biasanya akan memperoleh kepuasan dalam pekerjaan, cenderung lebih produktif dan juga kreatif. Mereka akan terlihat lebih mampu dalam menyelesaikan masalah dibandingkan orang-orang yang tidak memiliki motivasi. Mereka yang memiliki motivasi tinggi biasanya mampu mengembangkan relasi yang baik dengan rekan kerjanya dan dapat berprestasi walau ketika menghadapi situasi yang penuh dengan tekanan. Akhirnya mereka-mereka ini akan semakin dipandang dan dihormati oleh rekan-rekannya.

Nah, lalu bagaimana caranya agar kita mampu memotivasi diri? Ada beberapa hal yang biasa saya lakukan. Yang pertama, saya biasa mencari dan menganalisa dimana letak permasalahan yang saya hadapi lalu berusaha menguraikannya. Awal tahun lalu saya mengalami masalah apresiasi, motivasi saya mulai luntur tapi bersama teman-teman yang mengalami hal yang sama mulai berjuang dan berusaha untuk didengarkan. Alhamdulillah kami akhirnya didengar dan ada perubahan yang sangat baik. Sesudah itu morale kami jadi semakin meningkat.

Yang kedua, saya biasa melihat apakah pekerjaan saya ini sejalan dengan arti, nilai serta tujuan hidup. Apakah yang saya lakukan ini mendukung usaha saya dalam meraih tujuan hidup? Ambil sedikit jarak agar dapat melihat secara lebih terbuka dan luas. Kadangkala kita merasa pekerjaan yang dilakukan tidak sejalan dengan tujuan yang kita inginkan. Jangan terburu-buru, sebab seringkali kita terperangkap di dalamnya sehingga tidak bisa melihat secara gamblang dan baik. Dengan mengambil jarak, kita akan bisa melihat dengan lebih baik.

Yang ketiga, mengubah sedikit rutinitas yang biasa kita lakukan. Saya ambil contoh misalnya rute jalan kaki saya menuju kantor. Jika yang itu-itu saja, lama-lama membosankan, apalagi kita terus menerus berjumpa dengan orang yang sama. Kalau di kota kecil, hal itu sangat mudah terjadi. Setiap menjelang pukul 7 pagi saya selalu berpapasan dengan orang-orang yang sama yang menuju tempat kerja. Kami saling menyapa. Terus menerus begitu. Sesekali saya menyimpang dan mengambil rute yang berbeda, pemandangan yang berbeda dan melihat orang-orang yang tidak saya kenal. Katanya ketika kita melakukan aktifitas yang berbeda, yang baru, otak kita akan membuat koneksi yang akan membantu kita berpikir tentang permasalahan yang kita hadapi dengan cara yang lebih inovatif dan kreatif. Ini bisa dicoba!

Yang keempat. Beri diri sendiri semacam kredit, traktir diri sendiri dengan sesuatu yang menyenangkan dan berharga. Pergi berlibur misalnya, atau karena kita sudah bekerja keras, sudah selayaknya kita mentraktir diri sendiri makan di restoran ternama misalnya. Nah ini akan memompa semangat kita. Dalam upaya itu, 3 hari lagi saya bersama teman-teman kerja akan beristirahat dan pesiar. Kami ingin menjauh dari segala sesuatu yang berbau "kerja". Kami ingin melupakan kota kami sejenak, melupakan kantor dan sedikit bersenang-senang. Nah ini bisa dijadikan ajang reboot atau reset!

Foto credit: connectedtrifecta.com

You May Also Like