Artikel Eksposisi "Jawa Bagian Barat Di Masa Pandemi"
Danu Satria
Thursday December 9 2021, 9:25 AM

[Upaya penanganan COVID-19 di Provinsi Banten masih terus disempurnakan]



Provinsi Banten adalah salah satu wilayah di Jawa bagian barat yang tengah menangani pandemi Covid-19. Belakangan ini kasus penularan Covid-19 di Banten sudah menurun. Hal ini sesuai dengan informasi dari halaman berita daring, regional.kompas.com menyebutkan sejak 20 September 2021, jumlah kasus positif Covid-19 menurun drastis hingga 1.057 kasus. Bahkan Gubernur Banten, H. Wahidin Halim menyatakan, penanganan Covid 19 di Banten umumnya relatif sudah baik. Hal itu ditunjukkan dengan status Provinsi Banten yang sudah memasuki zona kuning.


Dilansir dari website resmi ppid.serangkota.go.id, Pemprov Banten sudah mewajibkan seluruh penduduk banten dan pendatang dari luar provinsi untuk selalu menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas), meskipun berada di area yang saling kenal, tetap harus menerapkan protokol kesehatan agar mencegah penularan virus yang semakin banyak. Penerapan aturan tersebut merupakan langkah baik dan efektif dalam menangani Covid-19 untuk mencegah penularan kasus positif Covid-19 yang semakin banyak. Berita tersebut juga menerangkan bahwa pemerintah Provinsi Banten dalam penanganan Covid-19 sudah menerapkan berbagai macam kebijakan untuk mengurangi penularan, seperti PSBB, kebijakan berpariwisata dengan protokol kesehatan, pembentukan kelompok khusus Penanganan Covid 19, menerapkan PPKM yang berlaku, menerapkan sanksi untuk pelanggar protokol kesehatan, hingga kasus Covid-19 menurun %

Semua upaya pemerintah yang disebutkan ternyata ada beberapa kebijakan yang kurang efektif terhadap pengurangan covid.  Hal itu diperkuat dengan halaman web resmi bantenprov.co.id, menjelaskan bahwa PSBB merupakan salah satu kebijakan yang kurang efektif dalam mengurangi angka Covid-19, sebab kebijakan itu membuat orang orang cenderung terisolasi di rumah, dengan bertujuan pembatasan bersosial berskala besar. Sehingga otomatis penduduk Provinsi Banten dan lainya tidak boleh keluar rumah kecuali dalam keadaan sangat darurat. PSBB juga membuat para pedagang kecil menjadi sulit untuk berjualan karena sepi pembeli. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov Banten berdiskusi dan akhirnya bersepakat untuk mengganti kebijakan PSBB menjadi PPKM


Data Dinas Kesehatan Provinsi Banten per 22 Agustus 2021, target vaksinasi Covid-19 Provinsi Banten sebanyak 9.229.383 orang. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis 1 (pertama) cakupannya sudah mencapai 26,18% atau 2.416.414 sasaran. Untuk vaksinasi Covid-19 dosis 2 (kedua) cakupannya mencapai 13,51% atau 1.246.616 orang. Sedangkan untuk vaksinasi Covid-19 dosis 3 (ketiga) sudah mencapai 17.022 sasaran atau 37,36% dari 45.566 tenaga kesehatan. Dari halaman berita kompas.com menerangkan,  penduduk yang tercatat sudah vaksinasi dosis ke satu sejak September 2021 yaitu 3,39 juta jiwa, dengan target awal yaitu 9,2 juta jiwa  setelah diambil data sejak september lalu. Hingga kini proses vaksinasi pfizer masih berlangsung. Tentunya hal ini baik untuk membantu masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi lebih mudah

Covid 19 masih belum usai, pemprov Banten juga masih terus berupaya untuk mengurangi penularan virus tersebut. Sebagai masyarakat, tentunya juga harus mengikuti arahan dari pemerintah agar angka covid 19 cepat menurun. Mulai dari diri sendiri dulu, seperti taat prokes, menerapkan 5M, mengurangi bepergian, hingga menjalani gaya hidup sehat dan dan bersih. “Upaya penanganan COVID-19 di wilayah Provinsi Banten juga masih terus dioptimalkan, baik peran Pemerintah Kabupaten Kota dan Provinsi dalam upaya deteksi dini kasus melalui tracking, penegakan diagnosis melalui testing, dan juga upaya Pemerintah Provinsi Banten selalu mengingat agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan” Ucap gubernur Banten 

#Kelompok Jamuran #Artikel Eksposisi "Jawa bagian Barat di Masa Pandemi"

You May Also Like