Teman-teman saya semua tahu bahwa saya pencinta Nasi Padang. Menurut saya, yang memang tukang makan dan pencinta kuliner dari mana saja, nasi Padang adalah makanan nomor 1, paling enak di Dunia hahaha.. Nasi padang, nasi kapau adalah menu yang tidak pernah bisa saya tolak. Kenapa begitu? Karena menurut saya makanan ini menawarkan keseimbangan. Semua titik rasa di lidah akan bisa menikmati, ada rasa manis, asin, umami, dan asam. Sepertinya hanya 1 rasa yang tidak tersentuh yaitu pahit. Tidak apa-apa, sesudah makan nasi padang bisa nyeruput kopi supaya lengkap hahaha.. Oh ya, saya tidak menyebut pedas karena menurut food scientist, pedas itu bukan rasa tapi pain! Sakit! Saya sudah beberapa kali mengatakan ini.
Sudah 2 hari saya terus makan nasi padang. Kebetulan ada seorang teman yang memang asli Padang membuatkan. Lengkap, ada rendang, ayam balado, tahu dan telur sambal ijo, dan ada gulai sayur. Saya langsung merasa ada di kampung halaman! Saya memang sering membuat sendiri, tapi tidak pernah seenak ini. Saya tidak bisa menyamai kualitasnya.
Apa sih tujuannya saya menulis soal nasi padang? Ini hanya salah satu indikasi bahwa saya sudah berusaha move on, setelah berapa saat merasa tersesat. Salah satu anjuran yang pernah saya baca adalah mulai melakukan sesuatu yang menyenangkan. Nah makan adalah salah satu kegiatan yang sangat menyenangkan bagi saya. Tidak hanya sekedar makan, tapi justru nasi padang yang bagi saya merupakan menu spesial, it's a feast! Merupakan metafor merayakan kehidupan melalui makanan.
Hal yang kedua yang saya lakukan juga adalah kembali serius olah raga. Saya memang belum berhenti berolahraga sejak bulan Januari kemarin, hampir bisa dikatakan rutin, tapi dengan program yang ala kadarnya, kebanyakan hanya berlari. Nah hari ini saya kembali mendaftarkan diri ke Orange Theory, nama gym saya yang menawarkan program HIIT, High Intensity Interval Training. Ini olahraga cardia level serius! Pulang kerja saya langsung ke Gym dan mendaftarkan diri, tidak cukup sampai di situ langsung bergabung ikut berolahraga. Saya sore ini membakar hampir 800 kalori. Biasa jika berlari sendirian tidak lebih dari 700.
Salah satu tanda bahwa seseorang sudah mulai menjauh dari ketersesatan adalah dengan mulai berusaha menikmati hidup, berusaha menjadi bahagia, berusaha merawat diri dan sebagainya. Nah itu mungkin alasan saya mulai kembali ke kegiatan yang dulu sangat saya sukai, berolahraga dan makan. Masalah dari makan adalah merasa bersalah. Bukan apa-apa, saya punya penyakit thyroid yang jika kurang berhati-hati tubuh saya akan seperti balon, sesudah makan saya mulai merasa bersalah, merasa tidak merawat diri. Nah hari ini saya tidak merasakan itu karena sebelumnya saya sudah berolah raga sangat keras. Sangat sulit membakar hingga 800 kalori. Ya memang sama sekali tidak adil, makan hamburger tidak lebih dari 15 menit tapi kita memasukkan lebih dari 1000 kalori ke dalam tubuh. Sementara berolahraga selama satu jam hingga menangis karena penuh penderitaan hanya membakar 800. Coba saja hitung sendiri, lari sejauh 1,6km hanya membakar 100 kalori. Jadi hitung saja harus berlari berapa jauh supaya dapat membakar kalori dari hamburger! Tidak adil bukan? Hahahaha..
Kalau cara melihatnya begitu, saya akan terus menerus bersusah hati, bukan? Itu tidak akan membantu menyelesaikan kondisi tersesat karena akhirnya tidak ada rasa bahagia. Saya melihatnya begini. Memang ketika olahraga kita menderita, tubuh serasa disiksa tapi pada saat yang sama juga hormon endorphin terpompa, nah ini adalah hormon bahagia. Coba saja lihat pernah tidak melihat orang yang berolahraga wajahnya murung dan bersedih? Kalau ada, olahraganya asal-asalan hahahaha.. Saya beberapa kali bercerita bahwa ketika berolahraga saya sering menangis karena begitu bahagia. Hahaha.. Nah badan disiksa tapi begitu selesai saya merasa seperti orang yang baru lahir. Bisa memutar lagu keras-keras di mobil dalam perjalanan pulang, walau suara super jelek tetap ikut-ikutan menyanyi. Asyik sekali rasanya. Kedua begitu sampai di rumah saya makan nasi padang dengan sangat lahap dan bahagia tanpa rasa berdosa karena tubuh saat itu butuh asupan kalori karena barusan saja dibakar dan otot-otot saya juga butuh diberi makan protein. Nah nasi padang itu khan protein tinggi! Bagus itu.. Jadi ini namanya win-win situation hahaha.. Nah ujung-ujungnya seperti slogan-slogan teman teman di pesan-pesan yang mereka sampaikan di WA, sering mengatakan: Jangan lupa Bahagia! Nah itu dia!