AES453 Lupa
leoamurist
Thursday July 25 2024, 6:25 PM
AES453 Lupa

Berbagai pemahaman itu ternyata untuk membuat kita lupa, sehingga dengan bebas masuk ke dalam satu aksi dengan penuh integritas dan dedikasi. Kemudian semua kelupaan kita ternyata untuk membuat kita ingat, bahwa pada satu gerak sekecil apapun terkandung berbagai pemahaman yang tak berbatas. Baiklah ketidak tahuan kita berdasarkan pada pengetahuan, bukan pada ketidak tahuan.

Dari potensi yang tidak terbatas dan kemungkinan yang tidak terjelaskan, memang perlu dibatasi dan dijelaskan untuk menciptakan yang katanya makna. Seperti udara yang sangat potensial menjadi percuma kalau tidak ada paru-paru untuk mewadahinya, memang wadah lebih penting daripada isi. Setelah diwadahi pun percuma kalau tidak disalurkan, karena dari udara sel tubuh membutuhkan oksigen.

Sepercuma memanfaatkannya menjadi energi kalau tidak dikembalikan kepada potensi, karena kita hidup itu menghirup dan mengembuskan napas. Jadi ingat obrolan tadi sore dengan Kak Mamat soal moksha yang salah satunya adalah soal mengembalikan. Kita meminjam dari kosmos apa yang mampu ditampung oleh wadah diri, badan jiwa pikiran perasaan. Setelah berguna bagi orang lain dan dunia, kita mengembalikannya lagi kepada kosmos.

Guna pun memiliki segmen-nya sendiri. Dunia tertentu dengan orang-orang tertentu. Beritahulah kepada yang mengetahui, bukan kepada orang yang tidak tahu. Bukankah pertama-tama kita hanya melakukan hal yang biasa kita lakukan, kemudian kita melakukan hal yang kita mampu lakukan. Jebakan ada pada langkah ketiga, kita ketagihan akan kebaruan yang merupakan kebiasaan lama untuk mencari sesuatu yang baru.

Perlu maju kalau sudah begini, ke langkah ke empat.
Apa?
Lupa.

leoamurist
@leoamurist   2 years ago
@matheusaribowo
matheusaribowo
@matheusaribowo   2 years ago
Pada akhir(awal)nya melupa, kan?
You May Also Like