AES045 Jungkat Jungkit
yulitjahyadi
Friday October 8 2021, 11:00 PM
AES045 Jungkat Jungkit

Kedatangan 6 orang anggota keluarga membuat rumah yang biasanya sepi dan tenang, dua hari ini menjadi riuh rendah.

Dua keponakan secara bergantian mewarnai pagi ini dengan situasi zoom anak TK. 'Selamat pagi Miss, selamat pagi teman-teman' dengan intonasi khas anak TK yang sama sejak aku pun masih TK, bedanya kalau dulu 'bu guru' sekarang jadi 'miss....' diikuti namanya. Dua bocah ini menjadikan suasana rumah jadi seperti taman kanak-kanak lengkap dengan teriakan-teriakannya, meski tak bersahut-sahutan. Saat kakaknya sedang sekolah, adiknya sesekali menyela meminta perhatian mamanya. Selesai kakaknya, sang adik gantian sekolah dan kakaknya juga gantian sesekali menyela dengan keisengan ini itu. Lalu si sulung yang sudah kelas 6 pun ikut menyela saat butuh bantuan dari sang mama. 

Aku yang mendengarkan saja semuanya sembari sibuk masak sendiri di dapur saja terasa ikut puyeng kalau jadi mamanya. Memang susah ya untuk bisa kalem di kondisi riweh. 

Ujung-ujungnya situasi itu membuatku kembali pada pertanyaan, 'Pandemi ini mau membuat kita belajar apa?' 

Jika menengok ke belakang pasti tak hanya aku yang bisa menemukan banyak perubahan signifikan yang hadir tak hanya di keseharian dalam bentuk rutinitas tapi juga pada diri yang akhirnya menetap menjadi kualitas diri yang baru. 

Aku optimis bahwa dunia ini telah menjadi lebih baik. Meski terasa susahnya, tapi pasti banyak kemudahan baru yang tadinya tak ada. Meski banyak keterbatasan, tapi yakin pasti ada begitu banyak keleluasaan lain yang justru diperoleh. Dan meski ada begitu banyak duka, aku percaya ada suka cita lain yang menggenapinya. 

Bagai berada di ujung tepi jungkat-jungkit, hadir kesempatan untuk mengalami situasi ekstrem dari tepian itu untuk menyadarkan pada kondisi kontrasnya dan lalu menjadi bersyukur atas apapun yang jadi keberadaan saat itu. 

Bayangkan sebuah jungkat-jungkit yang bergerak bukan karena perpindahan obyek yang di atas papan, melainkan oleh pergeseran titik keseimbangannya yang di bawah. Serasa 'ga ngapa-ngapain' tapi tiba-tiba menyentuh dasar, atau justru terlambung tinggi ke langit. 

Maka hanya perlu sekedar diketahui, bahwa yang dikuasai tak akan pernah bisa terlepas dari yang terkuasai, namun kebutuhan untuk selalu seimbang adalah mutlak perlu. 

Maka berjalan di laku harian dengan kesadaran akan kebutuhan keseimbangan memang seperti melakukan usaha terus menerus. Jelas butuh effort, namun cukup dengan 'be present', dengan hadir penuh dan  terkoneksi utuh pada situasi momen demi momennya. Seperti bergerak hati-hati di atas papan jungkat jungkitnya, menapak dengan langkah-langkah kecil dan seolah membiarkan kuasa besar penyangga itu yang menggerakkan. Mungkin justru dengan kepercayaan penuh pada papan itu, gerak apapun pada papan jadi bisa dinikmati saja. Life will flow effortlessly, because there is a Flow. 

Your life has a natural motion. Surrendering reveals how flowing this life could be. 

.

Wu Wei.. in Chinese it literally means 'non doing'. Wu Wei is an important concept of Taoism and means natural action, or in other words, action that does not involve struggle or excessive effort. Wu Wei is the cultivation of a mental state in which our actions are quite effortlesly in alignment with the flow of life.

Lalu jika dipertanyakan apakah tandanya ?Jawabannya mungkin saja berupa kemudahan, kelancaran, dan aneka 'kebetulan' pertanda keselarasan.

Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
Kerennn... 👍😇