AES 719 Jalan Berputar
joefelus
Saturday May 13 2023, 12:01 PM
AES 719 Jalan Berputar

Seringkali ketika saya pergi kerja, karena salama sekian minggu ini Nina agak sulit keluar rumah sebab ada masalah dengan kakinya, saya membawa kendaraan. Tujuannya agar mobilitas saya lebih baik, terutama sebab saya juga punya tugas mengantar jemput Kano. Nah seringkali perjalanan saya pulang pergi ke kantor agak terhambat apalagi sesudah memasuki musim Semi. Biasanya di musim Semi dan musim panas, perbaikan jalan dan trotoar banyak dilakukan, sehingga banyak jalan yang ditutup. Saya terpaksa harus memutar. Keharusan mengambil jalan memutar itu tidak selalu menyenangkan karena membuang waktu dan juga banyak alasan lain.

Dalam perjalanan hidup, kita juga sering dihadapkan pada situasi seperti itu. Banyak hal yang sudah kita rencanakan tertunda karena banyak kondisi yang mengharuskan demikian. Secara definitif, memang jalan berputar itu tidak menyenangkan. Kita tidak mempunyai kesiapan ataupun rencana untuk menghadapi situasi semacam ini. Situasi semacam ini seringkali tidak terduga dan tidak memberikan banyak pilihan kecuali menjalaninya. Satu hal yang saya pelajari adalah, situasi ini memberikan kesempatan bagi saya untuk mengatur ulang sikap saya dalam menghadapi peristiwa hidup, serta mengharuskan saya untuk belajar mampu beradaptasi.

Apa yang selama ini saya pelajari? Pertama kali, memang saya begitu kecewa, sulit menerima kenyataan bahwa semua yang usdah saya rencanakan menjadi tertunda bahkan tidak jarang gagal, lalu saya harus mulai dari awal. Mengeluh, mencaci maki bahkan mengkambing-hitamkan nasib sajauh yang saya pernah alami, tidak banyak berguna bahkan seringkali hanya membuang-buang tenaga dan waktu. Yang harus saya lakukan tidak lebih dari me-reset ulang.

Daripada terus menerus menghabiskan waktu saya berkeluh kesah dalam menghadapi ketidaknyamanan, toh situasi tidak dapat dihindari, saya kemudian belajar memilih menikmati kondisi yang ada. Jalan memutar memberikan kesempatan untuk melihat segala bentuk situasi dari sudut yang berbeda. Ibaratnya daripada menikmati hal-hal yang itu itu saja, ketika mengambil jalan memutar saya bisa melihat sudut pemandangan dari sisi yang berbeda bukan?

Satu lagi yang saya pelajari dari pengalaman-pengalaman semacam itu adalah antisipasi. Sekali lagi masa depan dalam hidup itu tidak terduga, saya belajar membiasakan diri untuk memberi waktu ekstra untuk menghadapi situasi "kalau-kalau". Contohnya kalau-kalau ada kemacetan di jalan, saya memberikan esktra waktu setidak-tidaknya 5 menit, sehingga jika ada halangan dalam perjalanan menuju kantor, saya tidak akan pernah terlambat. Keuntungannya, jika tidak ada apa-apa maka saya akan tiba lebih awal, saya dapat tambahan waktu "lembur" dan jika dihitung selama setahun jam lembur saya menjadi banyak dan bila diganti dengan uang, jumlahnya tidak sedikit! Hahahaha..

Saya menganggap diri bukan orang yang terlalu religius, tapi ada sebuah kutipan dari kitab Yakobus yang saya suka yang terkait dengan topik yang saya obrolkan hari ini:

Dear brothers and sisters, when troubles of any kind come your way, consider it an opportunity for great joy. For you know that when your faith is tested, your endurance has a chance to grow. So let it grow, for when your endurance is fully developed, you will be perfect and complete, needing nothing.” (James 1:2–4)

Dikatakan dalam ayat itu, jika kita dihadapkan pada rintangan, itu artinya kita diberi kesempatan untuk berkembang karena keyakinan kita diuji. Dalam situasi itu ketahanan kita dapat berkembang menjadi lebih kuat. Seperti pensil, kita harus menghadapi serutan agar menjadi tajam, seperti pisau kita harus menghadapi tempaan agar tidak tumpul.

Ini yang sedang saya hadapi saat ini. Saya sedang menikmati jalan berputar. Apakah saya jengkel, marah atau merasa terganggu? Tidak! Ini justru saya jadikan sebagai sebuah kesempatan untuk lebih menikmati perjalanan. Ini adalah kesempatan, bukan merupakan hukuman!

Foto credit: www.photos-public-domain.com