AES 98 Banquet
joefelus
Sunday August 29 2021, 11:11 PM
AES 98 Banquet

Akhir pekan, waktunya penyegaran kembali, refreshing dan melepaskan diri dari pikiran dan kesibukan rutin sehari-hari. Akhir pekan adalah urusan domestik, memikirkan cucian dan menu makanan harian hahaha... Pokoknya tidak ada yang serius. Maka tulisan hari ini juga mudah-mudahan tidak serius. Sepertinya tidak akan serius, tulisan akhir-akhir ini juga tidak serius kok hahaha..

Eniwei, sambil laundry saya nyalahkan TV dan freeform memutar film jadul tahun 1990an, Pretty Woman. Richard Gere and Julia Robert. Film cinderella tahun 90an. Yang menceritakan sebuah transformasi orang jalanan menjadi sesorang yang wah. Benar-benar Cinderella.

Ada bagian-bagian tertentu yang mengingatkan saya pada pengalaman pribadi. Buka jadi cinderella atau transformasinya loh, engga deh. Tapi soal kampungannya itu hahaha. Saya pernah cerita di blog saya hampir 5 tahun yang lalu (https://justjosite.wordpress.com/2016/09/29/kaviar-dan-ampas-kecap/ ) Bagaimana saya mengalami saat-saat canggung sebagai orang kampung yang hadir di sebuah situasi yang unik karena merasa berada di tempat yang salah, tersesat di lingkungan sosial yang membuat saya seperti alien.

Sebetulnya setelah saya pikir-pikir, kita banyak terpaku terhadap dugaan penilaian orang lain. Memang benar bahwa banyak hal yang baru yang kita tidak ketahui, seperti di film tadi bagaimana si Julia Roberts harus belajar mengenal segala jenis garpu, sendok dan gelas karena akan pergi dinner di tempat yang berkelas yang jauh dari level sosial dia. Mungkin yang harus lebih ditekankan adalah bagaimana kita menempatkan diri di tengah lingungan yang berbeda.

Sepertinya tidak saya ceritakan di blog dulu secara lebih detail. Kecanggungan itu hanya terjadi beberapa saat saja, tetapi begitu kita menemukan kepercayaan diri dan tidak hanya terpaku pada dugaan penilaian orang lain, ternyata semuanya biasa saja. Wanita yang duduk di sebelah saya pada grand banquet dinner itu, entah saya tidak ingat dia itu atase kebudayaan dari negara mana, yang saya ingat perdana mentri yang duduk semeja adalah seorang pria, ditengah perjamuan dia berbisik, "Jo, would you like my steak? I don't eat red meat!" Steak yang tebal dan nikmat ditaruh di atas mashed okinawan sweet potato itu enaknya luar biasa! Saya tentu saja tidak menolak! Setahu saya dalam tata krama, table manner, untuk dinner yang sangat resmi semacam itu , tidak ada itu istilahnya menyendokkan makanan ke piring orang lain! Tapi malam itu ada sepotong steak besar pindah ke piring saya! hahaha... Ternyata yang menghantui kepercayaan diri saya hanyalah pikiran diri saya sendiri kok! Yang saya lakukan sebenarnya menunggu sambil melibatkan diri dalam percakapan, get involved and step into the conversation, sambil mata jeli melihat yang mereka lakukan di meja makan, lalu meniru! Hahaha as simple as that! Sendok, garpu, piring dan gelas wine memang ada beberapa buah, untuk apa saya merasa terintimidasi? Toh ketika petugas bertanya sambil menunjukkan botol wine yang ditaruh diatas lengan dia yang disampiri kain putih, saya hanya cukup mengangguk dan berkata,"Please, thank you" petugas akan mengambil gelas yang sesuai dia isi dengan wine dan di taruh di meja saya. Sesudah selesai, piring atau garpu yang tidak digunakan akan mereka ambil. Saya sama sekali tidak harus tahu gelas yang mana untuk wine, mana yang untuk air, mana untuk minuman selepas dinner semacam snifter, balloon atau brandy bowl, dan lain-lain! Itu bukan tugas saya, itu urusan petugas yang menyajikan minuman selepas dinner. Gampang! Kalau tidak yakin, ya tunggu aja, sambil ngobrol. Mata melirik ke sana-sini jangan teralu kentara tapinya, nah begitu ada yang mulai kita jadi tahu dan bisa ditiru! hahaha... Yang pasti, sesudah itu saya jauh lebih percaya diri! Dan ternyata ga ribet-ribet amat, dan yang pasti juga saya kenyang dan bahagia. Iya bahagia karena ternyata gelas wine dan brandy saya jarang kosong karena petugasnya rajin sekali! Jadi selesai dinner saya banyak tertawa, terutama dalam perjalanan pulang, yang tidak lucu aja bisa membuat saya terbahak-bahak! Hahaha***