AES 439 Decision
joefelus
Friday August 5 2022, 12:29 PM
AES 439 Decision

Pukul 4 sore kurang beberapa menit. Kami menekan sebuah bel kecil yang ada di sisi sebelah kanan sebuah pintu tertutup. Di pintu itu ada sebuah logo besar bulat di bagian luarnya seperti tambang berwarna emas, lalu ada lingkaran biru dan ditengah ada lingkaran putih dikelilingi rantai dan seekor elang yang dikenal dengan Bold Eagle. Ini kantor angkatan laut Amerika.

Entah dari mana, ada seseorang yang menelepon Nina beberapa hari yang lalu menanyakan Kano. Telepon kemudian diberkan ke Kano yang berakhir dengan jadwal pertemuan pukul 4 sore ini.

Pintu terdengar seperti terbuka, lalu kami bertiga masuk disambut seseorang berseragam militer tinggi besar kekar dan ganteng. Kantor ini luas sekali, ada 4 meja di sana, sesorang yang menyambut kami, di sebelahnya ada seorang lagi yang saya ketahui akhirnya bernama David. Lalu supervisornya yang bernama Sergeant Flores, dan seorang wanita yang memiliki meja bersebrangan diagonal dengan meja yang kami hadapi. Semua berseragam.

"So, you have been submitting resumes to so many places. What are your interests in the job you are looking for." Kata officer itu.

"I just sent out some to basically fast food restaurants, supermarkets, and a few other places." Jawab Kano

"We can offer you something." Kata officer itu lagi.

"Hmm... here you go!" dalam hati. Dalam benak saya langsung teringat sebuah episode di film NCIS yang merupakan film seri kegemaran saya. Militer di Amerika memang sangat gencar berusaha merekrut banyak pemuda untuk masuk militer. Tadi ketika kami parkir kebetulan persis di depan pintu kantor Angkatan Darat, US Army. Seorang officer langsung bergegas keluar dan menyambut. Ketika kami katakan bahwa janji kami dengan angkatan laut, dia bilang. "Come over after you finish with the Navy, we may have something that you are interested in." Hahaha.. Coba bayangkan! Mereka berebut! Ini membuat saya merasa Kano menjadi objek yang sangat spesial karena banyak intansi militer yang tertarik.

Selama 1 jam kami ngobrol. Dari awal Nina dan saya mengatakan pada Kano "to hear out what they offer." Tujuan kami adalah agar Kano terbuka melihat banyak options, banyak pilihan dan membuka pintu sebanyak-banyaknya untuk melihat mana yang bisa dia jadikan jalan yang sesuai dengan keinginan dan passion dia. Itu saja. Militer bukan pilihan utama. Saya tidak bisa membayangkan jika Kano dikirim ke medan perang! Saya tidak akan pernah siap untuk itu, tapi itu pilihan Kano untuk meniti karir dan masa depan dia. Nina dan saya mempunyai kewajiban untuk mendampingi dan memberi masukan jika memang Kano membutuhkan.

Yang ditawarkan oleh officer itu adalah mengirim Kano untuk sekolah sambil bekerja. Saat itu juga Kano diminta melakukan sebuah test. Matematika dan Bahasa Inggris. Sambil menunggu Kano kami ngobrol. Intinya jika Kano tertarik, maka dia akan melalui beberapa test fisik dan aptitude, lalu sesudah meneken kontrak Kano akan dikirim ke Illinois untuk pelatihan dasar selama 10 minggu, lalu mulai dengan bekerja dan pelatihan ketrampilan serta sekolah yang dia minati. Proses itu berlangsung selama sekitar 2 tahun lalu mulai bekerja pada angkatan laut selama 4 tahun. Total 6 tahun, sesudah itu Kano bebas memilih untuk tetap tinggal atau meniti karir lain. Jika Kano memutuskan untuk kuliah, maka biaya semua akan ditanggung. Selama 6 tahun itu tempat tinggal, makan ditanggung ditambah menerima gaji tiap 2 minggu dengan jumlah lumayan, hampir 2 ribu/bulan. Ada sekitar 150 jenis pekerjaan yang ditawarkan.

Kami bertiga sama sekali tidak tahu menahu tentang militer. Yang saya tahu militer itu dilatih untuk berperang, ternyata tidak seluruhnya benar. Angkatan laut sering pergi keliling dunia untuk community service, membangun rumah di Guatemala misalnya, atau membantu korban bencana alam, mirip dengan para sukarelawan United Nations.1 jam dengan informasi yang berlimpah semacam itu sangat sulit untuk dicerna. Untuk kami orang tua saja tidak mudah apalagi untuk Kano.

Berpuluh-puluh tahun yang lalu, di usia yang hampir sama dengan Kano sekarang, saya juga mengalami kejadian serupa. Lulus SMA artinya saya dihadapkan pada pilihan. Memutuskan jalan yang harus saya tempuh tidak mudah, apalagi jika pada saat itu sama sekali tidak tahu arah mana yang paling cocok untuk saya pilih. Bukan pilihan yang mudah! Bahkan kalau boleh jujur itu masa-masa yang menakutkan. Itu pertama kalinya saya hidup jauh dari keluarga. Saya tahu benar apa yang sedang Kano alami saat ini.

Semua ditanggung, biaya hidup, tempat tinggal, sekolah, bahkan digaji! Itu tawaran yang menggiurkan. Bekerja sebagai orang sipil tidak jauh berbeda, tapi gaji yang diterima masih harus dikurangi biaya untuk tempat tinggal, makan serta pendidikan. Nah jika dibadingkan, memang yang ditawarkan oleh angkatan laut ini dibilang sangat royal. Gaji yang ditawarkan saja kalau dibandingkan dengan bekerja di tanah air, sudah terlihat perbedaannya. Untuk di sini saja, gaji sebesar itu sudah jauh dari lumayan. Bekerja di gerai makanan cepat saji banyak yang lebih rendah dari itu, belum dipotong biaya hidup. Di militer gaji bisa disimpan dan utuh sebab biaya hidup, tempat tinggal dan sekolah ditanggung penuh. Tapi, ada bedanya! Yaitu seragam! Seragam ada konsekuensinya! Nah ini yang sebetulnya membuat tawaran dari militer tidak terlalu disambut dengan tangan terbuka, sebab konsekuensinya sangat besar!

Menjelang pukul 5. "So, when can we hear from you? Is three days from today enough?" Tanya officer itu. "I don't know, I need some time to think about. This is big deal." Jawab Kano. Ya! saya setuju. Ini bukan keputusan yang bisa dengan mudah dibuat dalam waktu 3 hari. Jika gegabah, maka minimal 6 tahun hidup Kano akan terbuang percuma. "I don't want to make decision in such a short time and after that I regret it." Kata Kano ketika kami sudah duduk di dalam kendaraan menuju pulang.

"I agree! This is not an easy decision to make. So take as much time as you need." Kata saya. Membayangkan Kano memakai seragam semacam itu belum pernah terlintas dalam benak saya. Saya butuh waktu. Apalagi Kano!