AES 764 Finding Peace
joefelus
Tuesday June 27 2023, 9:01 AM
AES 764 Finding Peace

Mudah-mudahan ini merupakan penutup dari perjalanan dan perjuangan saya dan teman-teman di tempat kerja menghadapi masalah yang akhir-akhir ini selalu mengganggu di pekerjaan. Kekecewaan adalah bagian dari perjalanan hidup. Tidak ada orang yang tidak menghadapi ini. Sesukses apapun dia, sebagaimana bahagianya dia pasti dalam perjalanan hidupnya pernah mengalami kekecewaan. Kegagalan, tantangan yang harus dihadapi, ketidaksempurnaan situasi, ketidakadilan adalah hal-hal yang biasa kita jumpai. Dikhianati teman kerja, difitnah orang, dan hal-hal semacam itu tidak hanya terjadi di tele novela, tapi merupakan kejadian yang umum dijumpai di masyarakat. Itu adalah bagian dari dinamika hidup.

Bicara memang mudah ya hahaha.. Mengalami merupakan hal yang berbeda. Kalau kita merasa terganggu ketika menyaksikan sebuah film drama melihat seseorang dikhianati atau menjadi korban ketidakadilan, apalagi jika mengalami sendiri? Bukankah itu merupakan hal yang sulit untuk dicerna dan diabaikan begitu saja? Nah, hal-hal tersebut memang tidak dapat dihindari. Beruntunglah mereka yang hanya tahu karena menyaksikan sebuah film, tapi jika benar-benar mengalami dan dapat menghadapinya dengan baik, maka orang tersebut akan menjadi semakin bijak dalam bertindak dan semakin matang dalam menghadapi segala tantangan kehidupan.

Yang kita harus pelajari sekarang adalah bagaimana bisa berdamai dengan situasi yang tidak menyenangkan seperti ini? Yang jelas, jika kita menyangkal dan tidak mau menerima situasi bahkan menghindar, akan membuat situasi menjadi semakin buruk atau kita terus terjebak padahal pada saat itu kita dapat melakukan sesuatu untuk memecahkan masalah.

Seperti misalnya salah seorang rekan kerja saya menghadapi masalah ketika dia memiliki boss baru. Setahu saya dia adalah salah seorang karyawan yang sangat baik, berdedikasi tinggi, mempunyai etika kerja yang mumpuni. Begitu boss baru mulai bekerja, ada friksi di antara mereka dan saya melihat boss baru ini mempunyai kelemahan dalam leadership dan komunikasi. Dengan kehadiran boss baru ini juga pekerjaan saya menjadi semakin rumit karena dia tidak mampu melakukan hal-hal yang boss lama lakukan sehingga saya justru harus berkomunikasi dengan semua staffnya. Ya, hal semacam itu memang lumrah dan umum terjadi di hampir semua tempat kerja selama masa transisi.

Menyangkal dan tidak menerima situasi yang ada tidak akan menghasilkan apa-apa, hanya akan memperburuk situasi. Daripada kita terjebak dengan situasi dan kemudian menjadi tidak produktif karena kita terperangkap di sana, lebih baik kita menyadarinya. Awareness adalah langkah pertama dalam menghadapi situasi semacam itu. Keinginan untuk menghadapi masalah merupakan tindakan yang paling efektif. Mengerti dan menyadari perasaan yang sedang dihadapi akan mendorong kita untuk melangkah ke depan. Penelitian membuktikan bahwa menghindari kondisi semacam itu justru akan membuat kita jauh lebih tertekan. Sama saja seperti ketika kita hanya menyimpan amplop tagihan tanpa membukanya hanya akan menunda-nunda, tetap amplop itu harus dibuka dan mengambil tindakan dengan mencicil atau membayar lunas, jika tidak, siap-siap saja didatangi debt collector hahahaha..

Seseorang mengatakan pada saya, agar memberi waktu pada diri sendiri untuk berduka, untuk berusaha menerima kondisi yang tidak menguntungkan. Berduka katanya merupakan langkah yang baik untuk 'let go". Beri waktu pada diri sendiri untuk menelusuri perasaan ini dengan usaha yang compasionate, penuh welas asih pada diri sendiri sebagai bentuk untuk merawat dan menjaga diri dengan baik. Menulis menjadi salah satu usaha yang baik untuk menyalurkan semua perasaan yang sedang dialami, serta sebagai wahana untuk berpikir dalam-dalam hingga pada saatnya kita akan dapat recover.

Beberapa tips juga mengatakan bahwa orang yang mengalami masalah seperti ini diwanti-wanti untuk tidak terjebak dalam perasaan "menjadi korban" terus-menerus. Jika memang diperlakukan dengan kurang baik, bicaralah terus terang dan jika tidak ada perubahan dan berbicara tidak menghasilkan apa-apa, walk away atau mencari kemungkinan lain, pekerjaan lain. Diam di tempat dengan perasaan sebagai korban, sama sekali tidak baik. Saya juga tidak ingin menjadi orang yang "bitter". Ingat, saya punya kontrol atas kebahagiaan saya sendiri dan tidak mau orang lain yang menentukan atau merusak, apalagi jika orang tersebut tidak mengapresiasi kita. It's not worth it at all!

Nah sepertinya saya sudah menjalani hampir semuanya. Ada beberapa keputusan yang harus diambil tapi masih dalam wacana dan tahap pertimbangan. Semuanya akan berakhir dengan baik, toh hanya masalah pekerjaan. Hidup, purpose dan kebahagiaan punya porsi yang jauh lebih penting.

Foto credit: psychologytoday.com