Kalau anda iseng mencari informasi tentang kebahagiaan dengan menggunakan google, anda akan menemukan setidak-tidaknya 1,9 milyar entri. Coba saja. Lalu kenapa kok bisa ada begitu banyak unggahan tentang kebahagiaan? Karena kebahagiaan adalah topik yang tidak pernah habis dibahas oleh hapir semua orang.
Semua orang ingin bahagia, itu bukan rahasia lagi. Banyak orang juga menawarkan ide, pikiran bahkan tips untuk mencapai kebahagiaan. Berbagai cara dilakukan dan berusaha ditawarkan agar orang lain dapat mencapainya. Berbagai teori dibahas dan didiskusikan tentang cara-cara untuk mencapai kebahagiaan. Salah satunya Carl Jung, psikolog asal Swiss.
Beliau mengatakan bahwa yang pertama adalah kesehatan fisik dan mental. Kalau kita tidak sehat, maka jangan harap kita dapat berbahagia. KIta memiliki segala hal di dunia tapi sakit-sakitan, maka tidak mungkin akan dapat berbahagia. Yang kedua, beliau mengatakan bahwa manusia akan dapat berbahagia jika memiliki relasi yang baik dengan orang lain, dengan keluarga dan sebagainya. Tanpa adanya relasi yang baik dengan orang lain, kita akan jauh dari kebahagiaan.
Yang ketiga bagi saya masih harus dipikirkan dalam-dalam sebab Jung mengatakan bahwa kemampuan kita mencerna keindahan baik dari seni maupun alam merupakan hal yang penting dalam mencapai kebahagiaan. Hal yang ketiga ini kemudian saya renungkan baik-baik. Beruntung sekali bahwa saya saat ini tinggal di tempat yang sangat indah dikelilingi pegunungan yang puncaknya hampir sepanjang tahun ditutupi salju. Keindahan alam pegunungan yang luar biasa. Saya dapat menjumpai berbagai danau, lembah, jurang bahkan bukit-bukit yang hijau di musim panas, yang berwarna-warni di musim semi, yang putih dan indah di musim dingin serta kuning dan merah di musim gugur. Saya sering sekali keluar kota hanya sekedar berusaha menikmati keindahan ini. Keindahan memberikan getaran-getaran kebahagiaan. Bagaimana dengan seni? Saya suka lukisan, tapi saya lebih mencintai musik. Musik dapat membangun semangat, meluapkan perasaan bahkan menciptakan keharuan. Mungkin ini yang dimaksud oleh Carl Jung.
Yang keempat adalah kondisi hidup yang memadai serta kepuasan dalam pekerjaan. Ini langsung saya setujui. Siapa yang dapat berbahagia jika tidak cukup makan, tidak memiliki tempat untuk berbaring serta berteduh? Memang benar bahwa setiap orang memiliki keinginan yang berbeda-beda. Ada sekelompok orang yang tinggal di daerah terpencil yang jauh dari teknologi. Mereka cukup berbahagia tanpa perlu televisi, tanpa perlu alat komunikasi. Mereka cukup berbahagia ketika panenan baik dan ikan banyak disungai. Tapi berapa banyak orang yang menderita dan menjauh dari kebahagiaan karena tidak mempunyai HP, misalnya. Bahkan ada orang yang tertangkap karena mencuri lalu terkuak motifnya mencuri karena ingin memiliki telepon genggam. Pernah membaca berita tentang orang yang mengakhiri hidupnya karena kalah bersaing di tempat kerja? Berapa banyak orang yang bersusah hati karena kurang diapresiasi di kantornya? Saya juga mengalami itu, tidak hanya sekali atau dua kali.
Yang kelima, yang terakhir, Jung mengatakan bahwa pandangan filsafat dan agama sangat penting dalam memberikan makna kehidupan. Jung menurut saya tidak mengatakan bahwa kita harus menjadi orang yang religius tapi saya mendapat kesan bahwa pandangan filsafat dan keagamaan dapat menawarkan esensi dalam menjalani kehidupan serta moralitas yang secara nyata kita praktikan dalam menjalani hidup. Pemahaman kita yang mendalam secara filosofis atau religius dapat secara lebih mendalam memberikan arti serta orientasi yang baik dalam menemukan tujuan hidup kita. Dalam hal ini saya sangat yakin bahwa hidup akan menjadi sangat berarti jika kita memiliki tujuan.
Foto credit: meer.com