Sepertinya sudah terlalu sering saya bercerita mengapa saya rajin menulis. Dan untuk kesekian kalinya saya akan bercerita lagi. Pertama karena kak Andy meminta saya, kedua karena masih ada beberapa hal yang ingin saya ungkapkan berkenaan dengan kegiatan menulis di Atomic Essay Smipa ini.
Ada beberapa alasan mengapa menulis di sini sangat penting. Pertama yang saya rasakan adalah mempertahankan relasi saya dengan komunitas di Smipa. Kebetulan saya berdomisili sangat jauh, menulis adalah salah satu kegiatan yang bisa terus saya jalani dan sekaligus masih bisa menjalin hubungan akrab dengan komunitas Smipa.
Sambil berjalan, sesudah lebih dari 280 tulisan yang telah berhasil saya lakukan, banyak manfaat lain yang saya peroleh, beberapa akan saya ungkapkan di sini yang sedikit berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Disamping menjaga silaturahmi seperti yang saya ungkapkan di atas, menulis bagi saya memberikan "arti" yang lebih dalam terhadap hidup yang saya jalani. Lewat tulisan-tulisan yang dihasilkan, tanpa sadar kita melakukan banyak refleksi, introspeksi diri yang secara tidak langsung menghargai segala peristiwa dalam perjalanan hidup. Di sini hidup kita jika benar-benar direnungkan menjadi jauh lebih berarti.
Dalam proses penulisan, kita diajak untuk lebih peka untuk "mendengarkan" diri sendiri, merasakan "perasaan" yang kita rasakan, dan mengupas segala macam bentuk pikiran yang kita miliki. Dalam proses ini tanpa sadar (atau justru dengan sadar) kita respectfully appreciate ourselves! Mohon maaf jika saya tidak menggunakan bahasa Indonesia karena jika saya terjemahkan, kok terdengarnya jadi janggal. Sekali lagi, kita masuk ke dalam diri sendiri dan mengupas banyak hal dari pengalaman, pikiran dan perasaan yang kalau mau jujur semua ini sangat berarti untuk lebih mengapresiasi diri kita dan kita akan lebih "mencintai" dan menghargai diri sendiri. Kita memberi waktu khusus untuk melihat ke dalam diri. Ini salah satu bentuk refleksi yang sangat bermanfaat.
Menulis juga merupakan remedy, semacam obat yang menyembuhkan. Hidup kita tidak monoton, penuh dinamika; terkadang kita dilanda kesedihan dan kekhawatiran, dengan menyalurkan semua pikiran dan perasaan kita dalam bentuk tulisan, kita dapat disembuhkan. Menulis menjadi semacam terapi. Tidak semua orang mudah membuka diri secara verbal, menulis menjadi salah satu jalan keluar untuk meluapkan semua pikiran dan perasaan.
Menulis merupakan salah satu cara untuk mengabadikan memory. Ini sudah sering saya ceritakan dalam tulisan-tulisan sebelumnya. Segala pengalaman hidup kita abadikan dalam bentuk tulisan, sama seperti foto-foto perjalanan hidup kita, tapi ini dengan cara yang menurut saya lebih intim, lebih personal dan lebih afektif karena di sini perasaan dan pikiran kita curahkan.
Pendeknya, dari semua pengalaman menulis saya selama ini, saya berpendapat bahwa menulis itu empowering! Kalau tidak percaya, silakan membaca tulisan-tulisan yang sudah dirangkum dalam buku-buku yang sedang di sususn dan akan di cetak, atau baca essay-essay di AES ini. Kalau kita ingin jujur, yang kita baca adalah gambaran tentang hidup dan bagaimana tulisan-tulisan itu sangat kaya dengan sisi-sisi kehidupan. Writing is empowering, not only for the writers but also the readers! Selamat membaca!
Foto: juliehyde.com.au
Tulisan ini adalah pengantar untuk buku 3 AES tentang Menulis. Terima kasih Joe. 🙏🤗