Seminggu kemarin menjadi sangat sibuk karena kondisinya yang menurun. Setiap hari aku datang ke rumah nenekku untuk membantu. Kami saling berbagi peran saja, mulai dari menjaganya jika tiba-tiba bangun, membersihkan air seninya, dan memberi makan atau minum. Walaupun lebih banyak tidur, jika terbangun dia sangat ingin jalan-jalan dan tenaganya pun lumayan kuat. Aku sendiri lebih banyak mengambil peran untuk memberi makan dan minum. Dia perlu dibantu karena saat makan perlu disuapi dan saat minum harus dibantu berdirinya agar seimbang dan tidak jatuh. Perasaan pada saat itu yang muncul seakan hanya dua, senang atau sedih, senyuman atau menangis. Ketika akhirnya dia mau makan dan minum, rasanya sangat senang karena seakan kondisinya membaik. Namun saat mulai meraung dan kejang, rasa sedih dan takut langsung menyelimuti. Melihat dia tampak tidak sehat dan kondisinya menurun selalu memicu tangisanku.
Kondisinya yang masih tidak membaik membuat kami berpikir untuk membawanya ke dokter lain. Kebetulan kami menemukan dokter yang tampaknya lebih baik dibanding sebelumnya. Saat dibawa ke sana pun dokternya langsung menangani Daphne dan menjelaskan secara detail apa yang terjadi padanya. Keputusannya adalah Daphne akan dirawat selama 3 hari (dimulai dari Kamis lalu) sambil dipantau perkembangannya. Dokternya pun selalu mengabari kondisi terkini Daphne sehingga kami tahu perkembangannya. Kami juga selalu menjenguknya untuk melihat kondisinya.
Kondisi Daphne setelah dirawat memang terlihat lebih baik. Di hari-hari awal memang masih terlihat lemas, agak sempoyongan dan masih bertumpu pada kepalanya saat berjalan. Tetapi dari yang dikabari dokter dia mulai beberapa kali mau makan. Hingga pada hari Minggu aku menjenguknya lagi dan dia tampak lebih sehat. Dia seperti lebih bertenaga dan tidak se-sempoyongan sebelumnya. Bahkan dia sempat keluar dari kandang dan mendorong-dorong aku sambil dielus.
Hingga akhirnya di pagi hari Senin, 11 Oktober 2021, kami mendapat kabar kalau Daphne sudah berpulang. Padahal tepat sehari sebelumnya aku datang dan melihat dia terlihat lebih sehat. Paginya dia masih sempat makan, namun dia kembali kejang dan tidak bisa diselamatkan. Daphne langsung segera dijemput dan bersama-sama kami bawa ke rumah tanteku yang di Subang. Jadi dia bisa berada di samping saudaranya yang juga ada di sana.
Ya penyesalan selalu datang di akhir. Kalau saja aku mengajaknya bermain setiap bertemu, kalau saja aku lebih menjaga kesehatannya, kalau saja aku membangun kenangan yang lebih indah dan lebih menyenangkan bersamanya. Kenangan ketika kami bersama masih lebih mudah diingat, foto dan videonya pun kami masih memilikinya dan bisa dilihat kapan saja. Namun yang paling menyesakkan bagiku adalah memori ketika menyentuhnya. Tanganku tidak akan pernah lagi merasakan apa yang dirasakan ketika menyentuh Daphne.
Terima kasih untuk kenangan yang telah kau bentuk selama 13 tahun ini Daphne.