AES 627 Cerdik Atau Benar?
joefelus
Friday February 10 2023, 4:15 AM
AES 627 Cerdik Atau Benar?

Seringkali kita dihadapkan pada situasi dimana kita harus bereaksi dengan cerdik dan bijak atau ngotot menunjukkan bahwa kita benar. Situasi seperti ini hampir selalu kita hadapi setiap hari. Pilihannya adalah kita keukeuh karena benar atau mengalah karena kita lebih cerdik.

Contoh yang bisa saya berikan misalnya dalam hal parkir kendaraan. Kadang kita melihat ada orang yang parkir terlalu mepet, lalu karena kita benar, kita parkir sesuai dengan keharusan, ditengah diantara garis putih, dengan risiko kendaraan kita jadi sangat dekat dengan kendaraan yang diparkir secara seenaknya itu. Kita benar, mengikuti aturan tapi tidak cerdik karena ketika orang yang seenaknya itu membuka pintu kendaraan mobilnya maka besar kemungkinan akan menggores mobil kita. Itu kalau kita keukeuh pada sesuatu yang benar tapi tidak cerdik! Right but not smart!

"Aku khan engga salah, orang itu yang ngaco!" Itu seringkali merupakan argumen yang dikemukakan oleh orang yang keukeuh, tapi tidak bertindak dengan cerdas. Memang benar, kita tidak melakukan yang salah, tapi akibatnya mobil kita babak belur, lalu apa untungnya?

Nah kejadian seperti ini sering juga kita alami di jalan raya ketika banyak pengendara yang tidak mengikuti aturan, lalu kita merasa terganggu dan mulai "meladeni" hahaha. Ya begitulah kenyataannya. Dan berita buruk yang ingin saya sampaikan, hal semacam ini tidak hanya terjadi di jalan raya atau lalulintas saja. Dibanyak situasi dan aspek kehidupan kita akan menemui orang-orang semacam ini. Lalu apa yang harus kita lakukan? Tentu saja yang saya katakan barusan, kita harus cerdik dan tidak keukeuh karena merasa benar. Bukan berarti kita mengesampingkan cara bertindak yang benar dan sesuai dengan hati nurani, loh.

Cerdik artinya kita melakukan apa yang kita yakini akan berakhir pada hasil yang terbaik, itu adalah kunci dari tindakan yang akan lebih menguntungkan bagi kita ketika berusaha mencapai tujuan. Dengan memilih "pertarungan" secara lebih bijaksana kita akan merasakan manfaatnya. We have to choose our battle. Itu yang dinamakan dengan kecerdikan. Kadang kala kebenaran harus sedikit kita kesampingkan karena dalam sebuah relasi, kerja sama dan kehidupan sehari-hari kita harus memilih mana yang lebih baik, bukan mana yang benar. Saya tidak bermaksud untuk melarang berbuat sesuatu yang benar, bukan itu maksudnya.

Dalam konteks antara benar dan cerdik yang saya obrolkan ini maksudnya adalah begini: Bersikap cerdik adalah melakukan respon yang terbaik dalam menghadapi situasi, sementara sesuatu yang benar berarti kita melakukan sesuatu dalam upaya membuktikan bahwa kita benar atau yang seharusnya begitu. Misalnya jika rekan kita membuat suatu kesalahan daripada kita mengatakan,"Tuh khan? Saya bilang juga apa!", mungkin akan lebih cerdik jika kita terlibat dengan cara membantu memperbaikinya, memberikan usul atau memberikan opsi yang lebih tepat dalam menghadapi situasi, karena dengan mengatakan,"Tuh khan, jadi aja mobilnya baret. Dibilang juga apa, jangan parkir di sebelah dia!" Komentar semacam itu tidak akan membantu apa-apa. Mobil tetap baret, dan rekan yang kita tegur malah jengkel pada kita.

Pada dasarnya banyak keuntungannya jika kita melakukan sesuatu secara cerdik dan bijak, daripada memaksakan diri melakukan sesuatu yang seharusnya dan benar. Seperti yang saya ungkapkan di atas, dalam kaitan dengan relasi kita dengan orang lain, rekan kita akan jauh lebih berterima kasih memperoleh bantuan daripada teguran, misalnya. Tujuan kita akan lebih mudah tercapai dengan melakukan sesuatu yang cerdik. Situasi akan lebih kondusif daripada kita bereaksi secara impulsif yang tentu saja, walaupun benar tidak akan mengubah situasi menjadi lebih baik.

Kesimpulan, yang saya utarakan di atas itu bukannya menganjurkan agar kita tidak melakukan hal yang benar dan baik, bukan juga menganjurkan melakukan sesuatu yang salah,atau tidak benar, tapi justru sebaiknya kita bertindak yang bijak dan cerdas dalam upaya mencari kemungkinan pemecahan masalah yang terbaik dan sesuai dengan prioritas yang kita miliki. Itu maksudnya. Salam!