AES 781 Folx
joefelus
Friday July 14 2023, 10:52 AM
AES 781 Folx

Ini adalah sebuah kata baru yang belum lama ini saya jumpai. Dalam sebuah email yang dikirimkan oleh salah seorang di kantor, dia menggunakan kata ini sebagai bentuk sapaan. Tadinya saya pikir dia salah nulis, ternyata memang ini sebuah kata baru yang dianggap sebagai gender neutral. Kata lama folks dianggap kurang netral dan kurang inklusif. Hmm.. ini akan bisa menjadi diskusi yang panjang, apalagi diantara kelompok-kelompok yang alergi terhadap topik tentang orientasi seksual, gender dan sebagainya.

Tapi bukan ini yang ingin saya obrolkan hari ini. Tapi tentang hal yang mirip-mirip dengan itu. Tentang orang yang memiliki pendapat dan mereka yang memaksakan pendapatnya pada orang lain.

Saya bergabung dalam beberapa group WA, oke.. Bukan beberapa tapi banyak hahaha. Ada kelompok yang seru karena isinya hanya ngobrol ringan dan bergurau sehingga disaat-saat lelah ketika sudah menyelesaikan hari yang panjang dan melelahkan, grup ini menjadi semacam hiburan yang menyenangkan. Ada kelompok yang serius dan menjadi tempat belajar, menambah pengetahuan dan berdiskusi tentang banyak hal. Tapi ada juga kelompok yang isinya ribut terus karena banyak anggotanya yang keukeuh membagikan informasi yang orang lain tidak membutuhkan serta memaksakan pendapatnya. Memang benar jika dipikirkan secara lebih dalam, maksudnya baik, tapi hal yang baik itu belum tentu merupakan hal yang diminati oleh semua orang.

Contoh sederhana. Tadi pagi di kantor saya sedang mendengarkan musik instrumental yang lembut yang bisa menuntun saya agar dapat berkonsentrasi karena pekerjaan saya sangat banyak dan membutuhkan ketenangan. Tiba-tiba ada dua orang rekan lain yang duduk bersebrangan dengan saya memutar lagu rock dengan sangat keras. Well, saya juga menyukai rock, tapi pada saat itu saya sedang membutuhkan ketenangan. Hal yang baik belum tentu cocok untuk semua orang. Bukan musik rock yang saya butuhkan tadi pagi walaupun mungkin saja akan dapat mengangkat semangat untuk memulai hari. Ya sudah, saya ambil earphone dari saku dan saya putar lagu saya sendiri, untuknya earphone saya merupakan yang noise cancelling, jadi saya bisa memutar lagu tanpa harus mendengarkan kebisingan di luar. Kita tidak dapat memaksakan sesuatu pada orang lain, meskipun itu merupakan hal yang baik, tapi belum tentu cocok untuk semua orang. Itu kuncinya.

Ada garis pembatas yang harus diterapkan dan tidak bisa dengan begitu saja dilewati. Semua ada aturannya sebab jika tidak demikian maka hanya akan ada kekacauan. Pertama kita harus dapat memperlakukan setiap orang secara setara. Yang banyak tidak berarti dapat mengabaikan yang sedikit tapi masing-masing memiliki kesetaraan. Kedua, kita harus memperlakukan orang lain sebagaimana kita mengharapkan orang lain memperlakukan diri kita. Ketiga, kita harus memberikan kesempatan pada setiap orang untuk berpendapat. Keempat, tidak memaksakan pendapat kita pada orang lain tanpa kecuali.

Kita bisa dengan mudah menemukan fakta bahwa keempat aturan yang saya ungkapkan di atas banyak dilanggar. Di situ mulai terlihat bibit-bibit pertentangan karena banyak sekali orang yang lupa bahwa setiap orang berhak mempunyai pendapatnya sendiri-sendiri dan bahwa setiap orang tidak boleh memaksakan pendapatnya pada orang lain. Kalau tidak setuju, menurut saya ya biarkan saja karena pendapat itu milik orang lain dan bukan wewenang kita untuk mengubah pendapat orang lain. Lain halnya jika yang bersangkutan minta pendapat kita dan meminta bantuan.

Yang terjadi dalam kelompok WA dimana saya bergabung hampir setiap hari ribut karena masing-masing saling memaksakan pendapatnya dan keukeuh bahwa milik sendiri lebih baik atau lebih benar dari milik orang lain. Ya ramailah. Kadang saya berharap bahwa semua orang mengerti 4 aturan yang saya angkat di atas. Jika semua memahami dan menjalankan tentunya akan sangat indah. Tapi kenyataan tidak selalu seperti itu, bukan? Lihat saja nanti ketika pemilu yang akan berlangsung tahun depan. Itu adalah tahun yang bagi saya tidak menyenangkan, sayangnya hal semacam itu selalu terjadi, 5 tahun sekali. Hmmm...

Eniwei. Bagaimana dengan judul esai ini: Folx. Ya tidak apa-apa. Tujuannya baik kok, menggunakan kata yang gender neutral. Soal setuju atau tidak, itu adalah pendapat masing-masing.

foto credit: wellandgood.com